Kehadiran tilawati bagi warga korban gemba bumi Paku, Donggala, dan Sigi benar-benar membawa berkah. Warga yang semula kosong karena ditinggal anggota keluarga yang menjadi korban gempa mulai terhibur dan perlahan melupakan kejadian itu.
Dari tenda-tenda pengungsian, mereka mengumandangkan ayat-ayat suci Alquran. Mereka belajar mengaji dengan bimbingan ustad dan ustazah dari tilawati. Ada yang sudah lancar membaca kitab suci. Ada yang masih belajar mulai dari awal. Dengan membaca Alquran itu, perasaan sedih, duka, mulai berganti suasana suka.
Mereka saling bertemu dengan sesama warga yang jadi korban. Suasana kekeluargaan yang akrab dan mereka kembali diingatkan pada Allah SWT. Mereka ikhlas akan kejadian yang menimpa keluarga.
Seperti apa yang diungkapkan oleh Ibu Enni. Dia bersama suami selamat. Namun, dia harus kehilangan akan pertama yang meninggal karena tertimpa bangunan rumahnya. Anaknya baru ditemukan hari Minggu, dua hari setelah kejadian gempa pada 27 Oktober 2018.
Begitu juga Ibu Anindita. Dia bersama keluarganya selamat. Namun, semua harta bendanya habis terkena gempa. Dia kini hidup di tenda pengungsian bersama warga yang lain. Lain halnya dengan Ibu Amelia. Dia mengaji di masjid Desa Peboyo, RT 002/RW 01, Kampung Nunumbuku, Kecamatan Mantikulore. Dia sangat merasakan manfaat dari kehadiran tilawati. Dia berharap tilawati tetap hadir di kalangan pengungsi. Bahkan sampai setelah mereka kembali dibangunkan rumah oleh pemerintah.
”Sudah sekitar dua bulan saya ikut mengaji, sangat senang sekali. Semoga tilawati tetap bisa mendampingi kami dalam belajar membaca Alquran,” katanya. Ustad Suhardi, kepala Cabang Tilawati Poso dan Palu, mengatakan bahwa penduduk yang menjadi korban gemba mengalami trauma. Suasana mencekam dan terbayang ketika terjadi gempa.
Dalam situasi seperti itu, warga harus diingatkan lagi pada Allah. Dingatkan agar tetap beribadah, tetap menjalankan perintah Allah. Metode baca Alquran tilawati hadir untuk membantu warga yang cemas tersebut. Tentang permintaan warga agar tilawati tetap mendampingi warga korban gempa, Ustad Suhardi menyatakan akan terus membantu. Tilawati akan terus hadir bersama warga. Para relawan akan terus membantu warga.
Saat ini warga masih ada di pengungsian. Mereka berada di tenda-tenda bersama pengungsi lainnya. Mereka masih memerlukan bantuan untuk jangka pendek dan panjang. Mereka butuh pakaian, sembako, dan uang. (za)