Tumbuhkan empati melalui buka bersama santri yatim dhuafa dengan santri tunanetra binaan LAZIS Nurul Falah Mojokerto. Santri yatim yang awas membantu santri tunanetra berjalan bersama menuju mushola untuk sholat maghrib secara berjamaah. Hal ini merupakan langkah awal untuk santri yatim kelak dapat membantu saudara kita yang membutuhkan.
Kegiatan buka bersama dilaksanakan pada Ahad, 31 Maret 2024 bertempat di Desa Kedung Uneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Suasana hangat tercipta dengan diadakannya role play atau main bersama-sama, yaitu main tutup mata dan mencoba jalan dengan medan yang ada di sekitar, kemudian setiap anak menyampaikan apa yang dirasakan setelah melakukan hal tersebut. Rata-rata jawabannya susah, tidak bisa, dan tidak bisa membayangkan lagi.
Setelah permainan selesai, Ustaz Adi Sugeng Pribadi sebagai staf LAZIS Nurul Falah Mojokerto memberikan inspirasi kepada seluruh peserta buka bersama tentang nikmat bersyukur. Dalam konteks ini, memberikan penjelasan tentang nikmat melihat, “Sangat penting untuk kita mensyukuri hal ini, dengan itu kiita bisa membaca, menghafal, dan dapat beraktivitas secara lancar.”
Pada posisi di depan menjelaskan, ustaz Adi Sugeng Pribadi meminta tolong untuk salah satu santri tunanetra untuk membaca Al-Qur’an braille dan membacakan surah yang sudah dihafal. Contoh ini akan memberikan pemahaman bagi santri yatim dhuafa bahwa harus semangat dalam menuntut ilmu, khususnya belajar dan menghafalkan Al-Qur’an. Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tetapi bagaimana kita terus berusaha dan istiqomah menjalankannya.
“Meskipun dalam kondisi yang memiliki kekurangan, santri tunanetra tetap semangat untuk belajar dan menghafal. Begitupun santri yatim di sini yang awas, tentunya harus ikut semangat juga dalam belajar dan menghafal.” jelas ustaz Adi.
Setelah inspirasi, dilanjutkan kultum dengan tema “Pentingnya Mensyukuri” yang diisi oleh ustazah Denok sebagai Dosen di Universitas Brawijaya Malang. Berlandaskan pada Al-Qur’an surah at-Tin ayat 4, artinya, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”.
Dengen merenungi hal ini, harapannya anak-anak yang mengikuti buka puasa bersama dapat terjadi kesalingan. Kesalingan untuk saling membantu, mengingatkan, dan mengajak kepada hal-hal kebaikan. Karena Islam mengajarkan kita untuk mengarah bersama-sama menuju kebaikan.
“Apalagi saat ini momen bulan ramadan, saatnya kita juga turut andil untuk menyemarakkan ramadan dengan hal-hal yang baik. Salah satunya dengan giat belajar, membaca dan menghafal Al-Qur’an.” jelas ustazah Denok.