SURABAYA – LAZIS Nurul Falah memusatkan fokus pembelajaran budi pekerti anak-anak melalui Safari Maulid Nabi Muhammad SAW sepanjang Agustus hingga September 2026. Program ini menyambangi ratusan santri di berbagai lembaga pendidikan Al-Qur'an di wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Edukasi Maulid ini dikemas khusus lewat metode dongeng interaktif untuk mengenalkan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW dengan cara yang ringan dan membekas di ingatan anak. Selain meneladani akhlak nabi, anak-anak juga dibimbing secara langsung untuk mengasah empati dan kepekaan sosial terhadap teman serta lingkungan sekitar.

Direktur LAZIS Nurul Falah, Ustaz Achmad Syafi'i, menegaskan bahwa pemahaman nilai-nilai keteladanan nabi merupakan fondasi utama pendidikan karakter anak usia dini.
"Edukasi Maulid melalui dongeng ini bertujuan menanamkan cinta kepada Rasulullah SAW sejak dini. Kami ingin anak-anak memahami nilai kejujuran, kasih sayang, dan kedermawanan beliau, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan memiliki empati tinggi," tutur Ustaz Achmad Syafi'i.
Ia menambahkan, pesan keteladanan yang disampaikan lewat cerita terbukti lebih cepat meresap dan memotivasi santri untuk saling menyayangi serta gemar menolong sesama dalam keseharian mereka.

Suasana belajar semakin semarak dengan adanya sesi interaktif yang mengajak santri mengulang kembali kisah-kisah penuh hikmah seputar perjuangan dan kebaikan Rasulullah. Para pendidik lokal menyambut positif metode edukasi ini karena dinilai efektif menghidupkan pemahaman sirah nabawiyah di ruang kelas. Sekligus memeriahkan dengan adanya lomba mewarnai untuk santri.

"Terima kasih kepada LAZIS Nurul Falah yang telah memberikan edukasi Maulid yang sangat menyenangkan ini, anak-anak santri kami jadi lebih paham dan termotivasi meneladani akhlak mulia nabi," tutur salah satu ustazah TPA Al-Jihad Driyorejo.

Melalui program ini, LAZIS Nurul Falah berharap nilai-nilai kenabian dapat terpatri kuat dalam sanubari para santri dan menjadi bekal moral berharga dalam proses tumbuh kembang mereka.