MOJOKERTO – LAZIS Nurul Falah menghadirkan dampak nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan sedekah botol plastik bekas di TPQ dan masjid mitra wilayah Mojokerto pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Inisiasi ini dihadirkan dengan harapan dapat membiasakan pola hidup bersih sekaligus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pemanfaatan limbah menjadi bernilai guna.
Melalui program ini, anak-anak santri tidak hanya diajarkan ilmu agama Islam secara teoretis, melainkan juga diajak memupuk empati serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di sekitar mereka.
Direktur LAZIS Nurul Falah, Ustaz Syafi’i, mengungkapkan bahwa program ekologis ini dirancang untuk jangka panjang dan akan terus berjalan secara berkelanjutan di berbagai tempat binaan.
"Program ini akan terus berkelanjutan, nantinya hasil dari pengumpulan botol plastik ini akan dijual dan dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan operasional serta pembinaan santri di TPQ mitra kami," ungkap Ustaz Syafi’i.
Ia menambahkan bahwa hadirnya gerakan sedekah botol plastik ini menjadi sarana edukasi filantropi yang sangat mudah dijangkau oleh semua kalangan santri tanpa perlu menggunakan uang tunai.

Gagasan ini mendapat sambutan hangat dari para pengajar di lapangan. Ustazah Samidah, pengajar TPQ Masjid Al Khotijah Suromulang Pralon, Mojokerto, menyampaikan apresiasinya atas ide kreatif tersebut.
"Kami sangat mendukung gerakan ini karena santri jadi lebih antusias menjaga kebersihan lingkungan TPQ sambil belajar bersedekah secara nyata dengan barang bekas yang ada di rumah mereka," tutur Ustazah Samidah.
Gerakan sedekah sampah ini diharapkan dapat terus meluas ke TPQ dan masjid mitra lainnya, sehingga mampu melahirkan generasi Qur'ani yang berakhlak mulia sekaligus peduli terhadap kelestarian alam.