Lazis Nurul Falah
gradient

Tadarus Tunanetra, Dekatkan Diri Dengan Al-Quran di Malam Nuzulul Quran

Acara • 405x •
image

LAZIS Nurul Falah berkolaborasi dengan ITMI (Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia) Jawa Timur menunaikan tadarus Al-Qur’an dan buka bersama di Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah. Kegiatan dilaksanakan pada hari sabtu, 30 Maret 2024. Dengan harapan seluruh anggota ITMI Jawa Timur dan teman netra lainnya dapat lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Kegiatan dimulai dengan mengkhatamkan Al-Qur’an dengan masing-masing anggota turut andil di dalamnya. Setelah khatam, ditutup dengan doa bersama. Sebelum menuju berbuka puasa, diisi dengan Kultum oleh Ustaz Achmad Syafii, M.Hum.I dengan tema “Meraih Cahaya Al-Qur’an, Menyinari Gaza Palestina”.


“Pada bulan ramadan, terdapat turunya Al-Qur’an. Kita harus giat untuk mengamalkan dengan membaca dan memahami apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.” jelas Ustaz Syafii.

Pada momen tadarus tunanetra juga memberikan hadiah kepada saudara kita di Gaza, Palestina yang tengah berjuang untuk kehidupannya. Seiring berjalannya waktu, jika tidak ada bantuan yang datang akan semakin bertambah korban jiwa yang berjatuhan di Gaza. Doa dan harapan umat muslim di seluruh dunia untuk saudara di Gaza, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Sebanyak 80 peserta dari ITMI Jawa Timur dan LAZIS Nurul Falah dengan khidmat mengikuti acara dari awal hingga selesai. Dengan keteduhan di wajah mereka menandakan bahwa siap terus berjuang untuk selalu belajar dan mengamalkan Al-Qur’an.

Ustaz Zainul Muttaqin sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (PW ITMI) Jawa Timur mengatakan, khataman itu dilakukan sebagai upaya untuk memupuk rasa cinta terhadap Al-Quran.


“Kita ingin mendorong kawan-kawan anggota ITMI atau tunanetra muslim, agar termotivasi belajar Al-Qur’an braille,” ujar Ustaz Zainul Muttaqin.

Belajar membaca Al-Qur’an, kata Zainul, sangat penting, karena ia mengungkapkan bahwa saat ini hanya ada sepuluh persen tunanetra muslim yang bisa membaca Al-Qur’an braille. Dengan begitu, saya berharap bagi semua tunanetra disini juga bisa mengajari netra lainnya. 

Dalam proses khataman Al-Qur’an itu, bagi yang sudah bisa membaca, melangsungkan khataman dengan mandiri. Sedangkan bagi yang masih belajar dan mendapat pendampingan. Diakhir kegiatan ditutup dengan buka bersama, mereka saling mengobrol tentang ramadan tahun ini apa saja yang sudah dilakukan. ​​​​​​​