Lazis Nurul Falah
gradient

Rakercab LAZIS Nurul Falah 2026: Perkuat Strategi dan Mindset Amil Unggul

Acara • 438x •
image

SURABAYA – LAZIS Nurul Falah menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) pada 14-15 Februari 2026 di Pesantren Al-Qur'an Nurul Falah. Agenda ini mempertemukan para amil dari berbagai cabang di wilayah Jawa Timur untuk memperkuat koordinasi dan gerakan dakwah.

Direktur Utama Pesantren Al-Qur'an Nurul Falah, H. Abdurrohim Hasan, M.Pd, menekankan pentingnya membangun pribadi amil yang unggul melalui silaturahmi. Pertemuan fisik ini bertujuan memperkuat kedekatan antar-cabang agar bisa saling menginspirasi melalui program-program yang berjalan.

Potensi unik tiap wilayah menjadi sorotan, mulai dari UMKM Dlanggu di Mojokerto hingga program berbagi sayur subuh di Blitar. Tantangan spesifik seperti pengembangan potensi nanas di Kediri dan kopi di Malang harus dihadapi dengan keyakinan akan datangnya kemudahan.

Rakercab kali ini menjadi wadah bagi amil untuk mempertajam manajemen, perencanaan, dan strategi aplikatif. Pembekalan ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru dalam menjalankan aktivitas dakwah di daerah masing-masing.

H. Abdurrohim Hasan, M.Pd menegaskan bahwa profesi amil merupakan jalur perjuangan di jalan Allah yang menjanjikan surga. Merujuk pada Quran Surah As-Shaff ayat 10-12, amil adalah pejuang yang mengabdikan diri sepenuhnya demi kemaslahatan umat.

Setiap amil diingatkan untuk terus berjuang dengan sepenuh hati saat menawarkan program melalui proposal maupun brosur. Semangat ini meneladani sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq yang meyakini perlindungan Allah bagi keluarga para pejuang agama.

Kekuatan lembaga tidak hanya bertumpu pada keahlian teknis, tetapi sangat bergantung pada pola pikir (mindset) para pengelolanya. Mindset berperan sebagai navigasi utama yang mengarahkan seluruh potensi organisasi menuju tujuan yang benar.

Perubahan positif harus dilakukan sekarang agar keberadaan amil tidak terjebak dalam rutinitas yang merugi. Peningkatan keterampilan wajib dibarengi dengan perubahan cara berpikir agar menghasilkan dampak yang terus berkembang.

Setiap pagi, amil diajak berpikiran positif untuk menebar energi baik kepada orang lain. Doa-doa di awal hari diharapkan menjadi penebus dosa masa lalu dan membawa keberkahan bagi diri serta keluarga.

Sebagai instrumen evaluasi, setiap peserta mengisi sepuluh pertanyaan kunci kesuksesan sebagai kompas arah lembaga. Langkah ini memastikan manajemen cabang bergerak secara terukur, profesional, dan tetap berada di jalur visi utama.