Lazis Nurul Falah
gradient

Pulihkan Trauma Korban Bencana, LAZIS Nurul Falah Dukung Diklat Al-Qur'an Tilawati di Aceh Tamiang

Acara • 133x •
image

ACEH TAMIANG - LAZIS Nurul Falah turut mengambil peran nyata dalam aksi kemanusiaan pascabencana di Serambi Mekah. Lembaga berkolaborasi bersama Asosiasi Kepala Cabang Tilawati (AKTA) Indonesia dan Tilawati Pusat menggelar Diklat Standarisasi Guru Al-Qur'an Metode Tilawati pada Sabtu-Ahad, 27-28 Juni 2026.

Kegiatan yang berpusat di Masjid Putri Pesantren Darul Mukhlisin, Kabupaten Aceh Tamiang, ini mengusung tema khusus: "Traumatic Healing melalui Pendekatan Pembelajaran Al-Qur'an Tilawati bagi Penyintas Bencana Aceh Tamiang". Langkah ini dirancang sebagai ruang pemulihan psikologis bagi warga terdampak melalui kedekatan spiritual dengan kitab suci.

Pelatihan intensif ini menghadirkan para pakar dan praktisi pendidikan Al-Qur'an dari berbagai penjuru nusantara untuk mendampingi para peserta secara langsung. Materi diklat disampaikan oleh Ustaz H. Suhardi, S.Pd.I., MM. (Kepala Tilawati Cabang Sulteng 1), Ustaz Syaikhuddin, S.Pd.I., M.Ag. (Kepala Tilawati Cabang Jabar 1), Ustazah Rohmah Setiani, S.Pd. (Kepala tilawati Cabang Kab. Sangata Kaltim), dan Ustazah Dr. Indah WN, M.Pd. (Dosen IAI Al-Hidayah Bogor).

Kolaborasi lintas sektor ini menitikberatkan pada metode pemulihan trauma yang ramah dan menenangkan bagi anak-anak serta masyarakat penyintas. Melalui standarisasi ini, para guru ngaji lokal dibekali keterampilan khusus untuk mengajar Al-Qur'an dengan nada Tilawati yang terbukti mampu menghadirkan kedamaian hati dan mereduksi kecemasan psikologis pascabencana.

Direktur Utama LAZIS Nurul Falah, Ustaz Achmad Syafi’i, menegaskan bahwa intervensi psikospiritual pascabencana sangat krusial untuk membangun kembali optimisme warga. Beliau menilai lantunan Al-Qur'an dengan metode yang tepat dapat menjadi obat penawar duka yang efektif di tingkat akar rumput.

"Pemulihan pascabencana tidak boleh berhenti pada bantuan logistik fisik saja, melainkan batin dan mental masyarakat juga harus kita rangkul. Melalui pendekatan Metode Tilawati yang bernada indah dan menyenangkan, kami ingin membantu para penyintas di Aceh Tamiang menemukan kembali kedamaian jiwa sekaligus memperkuat syiar dakwah Al-Qur'an di sini," tutur Ustaz Syafi'i.

Kehadiran LAZIS Nurul Falah dalam program ini menegaskan komitmen lembaga bahwa penguatan aspek mental, spiritual, dan pendidikan keagamaan menjadi pilar utama agar masyarakat memiliki resiliensi yang kuat untuk bangkit kembali.

Melalui diklat ini, ekosistem pembelajaran Al-Qur'an di Aceh Tamiang diharapkan dapat segera pulih dan berjalan lebih optimal. Dukungan berkelanjutan dari para donatur akan terus disalurkan guna mendampingi para pejuang dakwah di daerah terdampak bencana demi terwujudnya masyarakat yang mandiri dan religius.