SURABAYA – LAZIS Nurul Falah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Jawa Timur. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus Sosialisasi Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII ini dilaksanakan di Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Melalui kerja sama ini, DPW BKPRMI Jatim resmi memosisikan diri sebagai Mitra Pengelola Zakat (MPZ) LAZIS Nurul Falah. Sinergi ini diharapkan mampu memperluas ruang gerak serta memperbesar jangkauan dampak sosial dalam tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Jawa Timur.
Direktur LAZIS Nurul Falah, Ustaz Achmad Syafi’i, menyambut hangat kolaborasi lintas organisasi pemuda masjid ini untuk saling menguatkan dakwah di masyarakat.

"Kami sangat bersyukur dan senang dapat bertemu serta berjuang bersama para pejuang dakwah masjid. Kerjasama ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan wujud komitmen menghadirkan aksi nyata di lapangan. Sebagai pengurus masjid, tugas utama kita adalah memakmurkan masjid sekaligus menyejahterakan jamaahnya," tutur Ustaz Achmad Syafi’i.
Ia menambahkan, penguatan status MPZ ini merujuk pada UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Dengan prinsip tersebut, seluruh gerakan filantropi yang dijalankan senantiasa memegang teguh tiga pilar utama: Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Sementara itu, Ketua DPW BKPRMI Jawa Timur, H. Ahmad Bahruddin, S.Ag., menegaskan bahwa kolaborasi ini memberikan kepastian hukum dan perlindungan legalitas bagi kerja-kerja sosial yang selama ini telah berjalan.
"Sesungguhnya kegiatan sosial dan pengelolaan ZIS sudah lama kita lakukan bersama. Hari ini, melalui kemitraan resmi dengan LAZIS Nurul Falah, seluruh aktivitas sosial BKPRMI Jatim memiliki payung hukum yang kuat dan terintegrasi secara resmi," ungkap H. Ahmad Bahruddin.

Ia menambahkan, BKPRMI Jatim dan LAZIS Nurul Falah mengusung nilai (value) dasar yang sama dalam memperjuangkan dakwah Al-Qur’an dan pemberdayaan pemuda masjid. Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak sejarah untuk memperkokoh program-program pembinaan generasi muda Islam ke depan.