Pendidikan sangat penting dalam proses berkembang santri, tidak hanya pemahaman agama Islam saja, melainkan juga kemampuan untuk menyampaikan ilmu agama di depan umum. Santri Pesantren Tahfidz Leader binaan LAZIS Nurul Falah telah diberikan ruang untuk praktek memberikan tausiyah kepada masyarakat sekitar selepas sholat isya atau tarawih secara berjamaah.
Pelatihan berbicara di depan umum dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya selama satu bulan full saat bulan ramadan, guna memberikan mental yang kuat kepada santri penghafal Al-Qur’an. Selepas mereka pulang ke rumah masing-masing dapat mengimplementasikan apa yang didapatkan untuk berkhidmat menyampaikan ajaran agama Islam di kampung halaman. =
Pesantren Tahfidz Leader memiliki keunggulan program, yaitu santri di didik dengan bimbingan menghafal Al-Qur’an sekaligus diberikan pemahaman mengenai kepemimpinan dari perspektif Islam. Pemahaman kepemimpinan yang didapatkan akan selalu merujuk pada Al-Qur’an dan Hadist, dengan harapan santri Pesantren Tahfidz Leader memiliki akhlak Qur’an. Kemudian memberikan praktik baik agar menjadi contoh dimanapun mereka berada nanti.

Inilah yang dinamakan pendidikan luar sekolah, mereka tidak akan mendapatkan pengalaman secara langsung di lingkungan pendidikan formal. Santri Pesantren Tahfidz Leader dapat pengembangan akhlak, kepemimpinan, dan kemandirian. Mereka terlibat dalam lingkungan yang terstruktur dan mendapatkan pelatihan intensif dalam memahami dan menghafal Al-Qur'an, sesuai dengan pendekatan tradisional pesantren.
“Kalau santri tidak dipaksa berbicara di depan umum atau dilatih, nantinya mereka sudah pulang ke kampung halaman tidak memiliki keberanian untuk berkhidmah.” jelas Ustaz Muhammad Ainun Najib sebagai program dan pendayagunaan LAZIS Nurul Falah.
Dia menambahkan dengan penuh harap, santri pesantren Tahfidz Leader terus belajar meskipun tidak waktunya pelatihan. Pengalaman yang didapatkan juga bisa diimplementasikan untuk mencoba di wilayah yang berbeda, dengan begitu kemampuan dan pemahaman akan meningkat.