Lazis Nurul Falah
gradient

Membuka Cakrawala Literasi: LAZIS Nurul Falah Gelar Pelatihan Speed Reading untuk Pendidik

Acara • 236x •
image

Sabtu pagi, 8 November 2025, suasana di Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah terasa berbeda. Udara pagi yang sejuk berpadu dengan semangat para pendidik yang hadir dengan satu tujuan mulia, yakni menajamkan kembali kemampuan literasi mereka. Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kemampuan membaca bukan lagi sekadar mengeja kata, melainkan sebuah keterampilan strategis untuk menyerap ilmu dengan cepat dan efisien. Menjawab kebutuhan krusial ini, LAZIS Nurul Falah berkolaborasi dengan IEC (Islamic Education Center) Nurul Falah menghadirkan sebuah oase keilmuan melalui "Pelatihan Speed Reading".

Program ini dirancang bukan sekadar sebagai pelatihan biasa, melainkan sebuah ikhtiar nyata untuk memberdayakan para guru. LAZIS Nurul Falah meyakini bahwa guru adalah hulu dari sungai peradaban. Ketika kapasitas seorang guru meningkat, maka kebermanfaatannya akan mengalir deras kepada ratusan anak didik di lembaga masing-masing. Kolaborasi strategis dengan IEC Nurul Falah menjamin kualitas materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan masa kini.

Pelatihan ini dipandu langsung oleh Ustaz Tukardi, S.T., trainer andalan dari IEC Nurul Falah. Dikenal dengan gaya penyampaiannya yang khas, dengan ceria, energik, dan interaktif. Ustaz Tukardi berhasil menyulap materi yang teknis menjadi sajian ilmu yang renyah dan mudah dicerna oleh seluruh peserta.

"Tentu dalam pelatihan speed reading ini akan memberikan pemahaman baru bagi Anda. Kita akan bongkar tips dan trik membaca cepat, namun tetap mampu memahami esensi dari apa yang dibaca secara utuh," ujar Ustaz Tukardi di sela-sela sesi materinya yang penuh semangat.

Beliau menekankan bahwa membaca cepat adalah sebuah seni yang memiliki ilmunya sendiri. "Ini adalah kemampuan keterampilan. Layaknya pisau, semakin sering diasah, ia akan semakin tajam dan mahir nantinya. Jadi tidak hanya sekadar membaca, tapi ada tekniknya yang harus dilatih terus-menerus," tambahnya, membakar motivasi para peserta untuk terus berlatih.

Suasana pelatihan pun jauh dari kata membosankan. Para peserta tidak hanya duduk pasif mendengarkan ceramah, tetapi diajak "menyelam" langsung ke dalam praktik. Lembaran-lembaran kerja yang telah disiapkan secara khusus oleh trainer menjadi medan latihan yang seru. Mulai dari tahapan pengenalan dasar hingga penerapan teknik tingkat lanjut, semua dilakukan secara terstruktur. Contoh-contoh praktis yang diberikan pun sangat dekat dengan keseharian mereka sebagai pendidik, memastikan materi tersebut dapat langsung diaplikasikan begitu mereka kembali ke ruang kelas.

Ustaz Syafi’i, selaku Asisten Direktur LAZIS Nurul Falah, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme tinggi para peserta yang hadir. Dalam kesempatannya, beliau menggarisbawahi pentingnya program ini sebagai investasi sumber daya manusia jangka panjang.

"Pelatihan ini adalah bentuk kita belajar dan meningkatkan perkembangan diri secara berkelanjutan. Ini adalah ikhtiar kita bersama, agar kelak ilmu bermanfaat ini dapat kita ajarkan kembali, baik kepada siswa di sekolah maupun kepada anak-anak kita sendiri di rumah," ungkap Ustaz Syafi’i penuh harap.