Lazis Nurul Falah
gradient

LAZIS Nurul Falah Perkuat Pemasaran Digital KUB Safira Gresik

Acara • 349x •
image

LAZIS Nurul Falah kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan ekonomi masyarakat pesisir melalui pendampingan intensif Kelompok Usaha Bersama (KUB) Safira di Ujung Pangkah, Gresik. Pada Selasa, 3 Februari 2026, pendampingan difokuskan pada penguatan pemasaran online produk olahan kerupuk ikan payus agar mampu bersaing di tengah perkembangan pasar digital yang semakin cepat.

Pendampingan kali ini tidak hanya membahas teori dasar pemasaran, tetapi langsung menyasar praktik pemanfaatan aplikasi e-commerce Shopee sebagai sarana utama penjualan online. Para penerima manfaat diajak memahami cara membuka toko, mengatur etalase produk, menentukan harga yang kompetitif, hingga mengoptimalkan deskripsi produk agar lebih menarik calon pembeli. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya meningkatkan jangkauan pasar yang selama ini masih didominasi penjualan offline.

Selain itu, LAZIS Nurul Falah juga mengenalkan pendekatan promosi visual berbasis teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pemanfaatan AI ini difokuskan pada pembuatan gambar produk yang lebih menarik, rapi, dan profesional tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Dengan visual yang kuat, produk kerupuk ikan payus diharapkan memiliki daya saing lebih tinggi di platform online.

Pendampingan tersebut disampaikan langsung oleh Ustadz Akbar Trio Mashuri, staf LAZIS Nurul Falah, yang menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman. Ia menyampaikan bahwa teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dimanfaatkan dengan bijak oleh para pelaku usaha kecil.

“Saat ini jamannya teknologi, tentu kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, kita akan tertinggal oleh yang lainnya karena percepatan,” ujar Ustadz Akbar dalam sesi pendampingan. Menurutnya, pemahaman terhadap teknologi digital akan sangat membantu percepatan usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran LAZIS Nurul Falah bukan sekadar memberikan bantuan modal, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar usaha binaan benar-benar tumbuh dan mandiri. Dengan pemasaran online yang optimal, diharapkan omzet KUB Safira dapat meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan anggotanya.

Salah satu penerima manfaat, Ustadzah Qiqi, guru ngaji di Ujung Pangkah Gresik, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pendampingan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama ini belum memahami secara detail fitur-fitur yang tersedia di Shopee untuk menunjang penjualan.

“Ternyata ada hal-hal yang ada di Shopee yang baru tahu, sehingga nanti bisa lebih detail menyiapkan apa yang akan dijual di platform online,” tuturnya.

Melalui program pemberdayaan ekonomi seperti ini, LAZIS Nurul Falah berharap para pelaku usaha kecil mampu naik kelas, tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di era digital. Dukungan para donatur menjadi bagian penting dari keberhasilan program ini, karena setiap amanah yang dititipkan terus diolah menjadi program nyata yang memberi dampak luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.