SURABAYA – Sebanyak 30 peserta dari kalangan mahasiswa Pesantren Tahfidz Leader, DGTKI Nurul Falah, dan masyarakat umum antusias menyelami dunia kepenulisan modern pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Mereka mendapatkan pembekalan intensif dalam Workshop Creative Writing yang diinisiasi oleh LAZIS Nurul Falah.

Pelatihan ini menghadirkan sudut pandang praktisi melalui narasumber berpengalaman, Dr. Eko Prasetyo, yang merupakan mantan editor Jawa Pos sekaligus redaktur majalah Nurul Falah. Melalui gaya penyampaian yang humoris dan komunikatif, suasana kelas berlangsung hidup tanpa kesan kaku.
Peserta diajak membedah empat pilar penting penulisan, mulai dari teknik menggali ide segar, metode kepenulisan ramah pemula, hingga tahapan publikasi karya ke media. Fokus utama pelatihan juga menyoroti etika pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) agar diposisikan secara bijak sebatas asisten penulisan.

Manajer Program dan Pendayagunaan LAZIS Nurul Falah, Ustaz Moh. Ainun Najib, menekankan bahwa penguasaan literasi kreatif di era digital harus berjalan beriringan dengan etika teknologi.
"Harapannya, melalui workshop ini, peserta mampu memublikasikan tulisan dengan baik dan benar, termasuk memahami etika penggunaan AI dalam karya tulis," tutur Ustaz Najib.

Para peserta menyambut positif bekal keterampilan baru ini. Kombinasi teori menulis terstruktur dan pemahaman etika AI dinilai sangat relevan untuk mendukung produktivitas karya mahasiswa dan pegiat dakwah di era teknologi informasi.