Lazis Nurul Falah
gradient

LAZIS Nurul Falah Dampingi Guru Ngaji Berdaya

Acara • 642x •
image

Pada 6 Agustus 2025, LAZIS Nurul Falah melalui program Gerakan Masyarakat Berdaya (Gamasya) bekerja sama dengan PT Pelindo mengadakan pendampingan pertama bagi penerima manfaat guru ngaji. Kegiatan ini fokus pada pengembangan usaha olahan kerupuk ikan di wilayah Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik. 

Pendampingan ini diisi oleh Bunda Henni Eka Ferdian, sapaan akrab Amik, selaku mentor pendamping guru ngaji yang membawakan materi seputar perbedaan pedagang dan entrepreneur. Ia menjelaskan bahwa pedagang fokus menjual barang untuk memperoleh keuntungan tanpa harus memproduksi sendiri, sedangkan entrepreneur membangun bisnis baru dengan ide inovatif dan berani mengambil risiko. Materi ini diringkas menjadi poin penting agar mudah dipahami oleh peserta.

Menurut Amik, pedagang memiliki kelebihan seperti mudah memulai, fleksibel waktu, dan pendapatan relatif stabil, namun juga memiliki keterbatasan seperti ketergantungan pemasok dan persaingan ketat. Sementara itu, entrepreneur memiliki karakter kreatif, visioner, dan berani mengambil risiko, dengan peluang pendapatan lebih tinggi namun risiko dan tekanan kerja juga besar. Pemahaman ini diharapkan memacu guru ngaji agar berpikir jangka panjang dalam mengembangkan usaha.

Amik menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat para guru ngaji yang mengikuti pelatihan ini. “Alhamdulillah pada kesempatan belajar kali ini, guru ngaji di sini sangat luar biasa semangatnya. Semoga ke depannya memberikan kemudahan, keberkahan, dan kelancaran dalam usahanya,” ujarnya penuh harap.

Selain materi, pendampingan ini juga memberi ruang diskusi agar peserta bisa saling bertukar pengalaman. Guru ngaji yang sudah menjalankan usaha kerupuk ikan dapat berbagi strategi pemasaran, sementara yang baru memulai bisa belajar dari pengalaman tersebut. Kolaborasi ini membuat proses belajar terasa lebih praktis dan relevan.

Ustaz Najib, Manager Program dan Pendayagunaan LAZIS Nurul Falah, menjelaskan bahwa pendampingan ini tidak bersifat sekali jalan. Menurutnya, program Gamasya akan terus memberikan bimbingan intensif sampai guru ngaji benar-benar mandiri dan usahanya berkembang. Ia menegaskan pentingnya pemberdayaan berbasis kelompok untuk mempercepat pertumbuhan usaha.

“Dengan berkelompok, nantinya pemberdayaan ini akan semakin cepat dan lebih luas jangkauan jualnya,” tutur Ustaz Najib. Pendekatan ini diyakini dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas jaringan pemasaran. Dukungan dari PT Pelindo juga menjadi penguat bagi keberlanjutan program.

Kerupuk ikan yang menjadi fokus usaha ini dinilai memiliki potensi besar di pasar lokal maupun luar daerah. Dengan inovasi rasa, kemasan yang menarik, dan strategi promosi yang tepat, produk ini bisa menembus pasar lebih luas. Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan guru ngaji memahami aspek bisnis secara menyeluruh.

Melalui pendampingan berkelanjutan, LAZIS Nurul Falah berharap para guru ngaji dapat memanfaatkan peluang usaha sebagai sumber penghasilan tambahan. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka, tetapi juga mendukung keberlangsungan kegiatan mengaji di masyarakat. Gamasya berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya pelaku usaha baru dari kalangan pendidik agama.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan penguatan peran sosial di masyarakat. Semangat, kerja sama, dan dukungan berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang berdaya saing. Dengan begitu, guru ngaji tidak hanya berperan dalam mendidik, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi lokal.