Lazis Nurul Falah
gradient

LAZIS Nurul Falah Beri Beasiswa Pendidikan Al-Qur’an Bagi Guru Ngaji Gresik

Acara • 493x •
image

LAZIS Nurul Falah terus menunjukkan komitmennya dalam upaya memberantas buta huruf Al-Qur'an di Nusantara. Dalam rangka mencapai tujuan mulia tersebut, LAZIS Nurul Falah menyelenggarakan beasiswa diklat standarisasi metode Tilawati bagi para guru ngaji. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada Sabtu dan Minggu, 10-11 Agustus 2024, di TPQ Ar-Roudloh, Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Gresik.

Acara ini dihadiri oleh 54 peserta yang terdiri dari para guru ngaji dari berbagai TPQ di wilayah tersebut. Tujuan utama dari diklat ini adalah untuk meningkatkan kapasitas para guru ngaji dalam mendakwahkan Al-Qur'an secara lebih luas. Dengan metode Tilawati yang telah distandarisasi, diharapkan para guru ngaji dapat mengajarkan Al-Qur'an dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan bagi para santri.

Salah satu peserta diklat, Ustaz Faqih dari TPQ An-Nur Slempit, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan oleh LAZIS Nurul Falah.


"Saya belajar banyak hal terkait metode mengajar yang mudah dan menyenangkan. Terima kasih kepada LAZIS Nurul Falah yang telah mendukung program ini hingga terselenggara di Kecamatan Kedamean. Semoga kegiatan ini dapat dirasakan oleh seluruh guru ngaji agar mendapatkan ilmu tentang Al-Qur'an," jelasnya.

Sementara itu, Ustazah Sakinah, yang juga menjadi peserta dalam diklat standarisasi metode Tilawati, merasakan kegembiraan selepas mengikuti kegiatan ini. Tentunya ilmu mengenai tata cara mengajarkan Al-Qur'an kepada anak-anak akan mudah diterima, disampaikan dengan menggunakan lagu rost.

Dia menambahkan, "InshaAllah ilmu yang diberikan akan menjadi manfaat dan barokah. Terima kasih LAZIS Nurul Falah yang telah mengadakan kegiatan ini dengan cita-cita mulia, membentuk generasi berakhlak qurani."


Ustaz Achmad Fatkhurrozi, M.Pd., Asisten Direktur LAZIS Nurul Falah, turut hadir dan memberikan sambutan pada acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya LAZIS Nurul Falah untuk mendukung pendidikan Al-Qur'an di berbagai daerah. 

"Kami berharap melalui diklat ini, para guru ngaji dapat mengajar dengan lebih mudah dan menyenangkan, sehingga anak-anak lebih semangat dalam belajar Al-Qur'an," ujarnya.

Dia menambahkan, kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta dan dukungan dari berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Semoga kedepan, lebih banyak guru ngaji yang dapat mengikuti diklat seperti ini dan bersama-sama kita membentuk generasi yang berakhlak qurani.

Kegiatan diklat standarisasi metode Tilawati ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya memberantas buta huruf Al-Qur'an di Nusantara. Dengan peningkatan kapasitas para guru ngaji, diharapkan Al-Qur'an dapat didakwahkan secara masif. ​​​​​​​