Komitmen membangun ekonomi umat terus diperkuat melalui jalur edukasi. LAZIS Nurul Falah berbagi pengetahuan seputar peran amil dan strategi pemberdayaan ekonomi umat kepada mitra akademik, STIES Riyadlul Jannah Pacet, Mojokerto. Kegiatan ini dikemas dalam kuliah umum yang diikuti mahasiswa calon pendamping program pemberdayaan binaan LAZIS Nurul Falah di wilayah Dlanggu, Selasa, 6 Januari 2026.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pengenalan peran amil, dakwah zakat di Indonesia, serta Peta Konsep Pemberdayaan Umat. Pembekalan ini menjadi langkah awal agar mahasiswa tidak hanya memahami teori ekonomi syariah, tetapi juga siap terjun langsung mendampingi masyarakat penerima manfaat zakat produktif.

Suasana kuliah umum berlangsung interaktif dan penuh antusias. Para mahasiswa tampak aktif berdiskusi dan menyimak paparan yang relevan dengan praktik lapangan. Peningkatan pengetahuan ini dinilai penting sebagai bentuk kesadaran sekaligus penguatan keterampilan yang nantinya diterapkan saat proses pendampingan berlangsung.
Ustaz Najib, Manager Program dan Pendayagunaan LAZIS Nurul Falah, menyampaikan materi tentang menjadi amil dan peran strategis dakwah zakat di Indonesia. Ia menegaskan bahwa menjadi amil bukan sekadar profesi, melainkan amanah dan panggilan dari Allah SWT untuk mengelola dana umat secara bertanggung jawab.
“Menjadi amil itu panggilan dari Allah SWT. Tugasnya mulia, tetapi tantangannya juga besar, terutama dalam mengajak masyarakat agar menunaikan zakat sesuai dengan ketentuan syariat Islam,” ungkapnya di hadapan peserta kuliah umum.

Ustaz Adi, Staf LAZIS Nurul Falah Mojokerto turut menambahkan, bahwa pengelolaan zakat melalui lembaga zakat memiliki dampak besar bagi masyarakat. Zakat yang dikelola secara profesional dapat diarahkan pada program pemberdayaan, sehingga mampu meningkatkan kemandirian ekonomi mustahik dan mendorong perubahan jangka panjang.
“Potensi zakat di Indonesia sangat luar biasa, hal ini juga menjadi tugas dari teman-teman mahasiswa STIES Riyadlul Jannah untuk dapat memberikan edukasi zakat kepada masyarakat secara luas.” tuturnya.

Sementara itu, Ustaz Akbar, staf LAZIS Nurul Falah, turut menyampaikan materi tentang Peta Konsep Pemberdayaan Ekonomi. Ia menjelaskan bahwa pendampingan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan keilmuan yang sistematis, mulai dari asesmen kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan, hingga pelaporan.
“Pendampingan bertujuan memberdayakan orang. Karena itu, pendamping perlu tahu bagaimana meningkatkan produk dan kualitas usaha agar ekonomi UMKM bisa berkembang. Jika kesejahteraan meningkat, UMKM tersebut nantinya juga dapat membantu yang lainnya,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, LAZIS Nurul Falah berharap terjalin sinergi berkelanjutan dengan dunia akademik dalam mencetak pendamping pemberdayaan yang kompeten. Kolaborasi ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan pengelolaan zakat yang berdampak nyata bagi kemandirian dan kesejahteraan ekonomi umat.