Sebuah langkah strategis untuk mendorong transformasi digital di kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali dilakukan di wilayah pesisir Gresik. Tepat pada Selasa (7/10/2025), LAZIS Nurul Falah, berkolaborasi dengan PT Pelindo, menggelar program pendampingan intensif yang berfokus pada penguatan merek dan pemasaran digital. Sasaran program kali ini adalah para guru ngaji yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Safira di Ujung Pangkah, yang dikenal dengan produk olahan kerupuk ikan khasnya.

Kegiatan yang merupakan sesi pembinaan keempat dalam rangkaian program pemberdayaan ini bertujuan untuk membekali para anggota KUB Safira dengan keterampilan krusial di era digital. Meskipun telah memiliki produk berkualitas dengan cita rasa yang otentik, tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana menembus pasar yang lebih kompetitif dan luas. Untuk menjawab tantangan tersebut, materi pembinaan difokuskan pada tiga pilar utama: branding, foto produk, dan pemanfaatan desain sederhana melalui aplikasi Canva.
Ustaz Akbar Trio Mashuri, staf LAZIS Nurul Falah yang bertindak sebagai pemateri, menekankan pentingnya membangun identitas produk yang kuat. "Di tengah pasar yang ramai, produk kita harus bisa 'berbicara'. Kita perlu menggali dan menetapkan apa nilai jual unik (Unique Selling Proposition) dari kerupuk ikan Safira. Apakah dari rasa, bahan baku pilihan, atau cerita di balik para pembuatnya? Keunikan inilah yang akan menjadi fondasi branding yang kokoh dan membuat produk kita mudah diingat oleh konsumen," jelasnya kepada para peserta.
Sesi pelatihan tidak hanya berhenti pada teori. Para guru ngaji langsung diajak mempraktikkan cara menghasilkan foto produk yang menarik hanya dengan menggunakan kamera ponsel untuk menghasilkan foto yang baik.
"Fokus yang tajam, pencahayaan yang cukup, dan sudut pengambilan yang tepat adalah kunci utama. Foto bukan lagi sekadar dokumentasi, melainkan aset vital untuk promosi." imbuhnya.

Ustaz Tamam, selaku Ketua KUB Safira, mengungkapkan optimismenya. "Pelatihan dan pendampingan yang disampaikan oleh LAZIS Nurul Falah ini benar-benar membuka wawasan kami. Ini adalah ilmu yang patut kita pahami bersama demi kemajuan usaha kita. Setiap orang memiliki peran masing-masing untuk memajukan usaha kerupuk ikan ini," ujarnya.
Program ini menjadi bukti konkret bagaimana dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan donatur dapat bertransformasi menjadi program pemberdayaan berkelanjutan, memberikan 'kail' berupa ilmu dan keterampilan yang relevan dengan zaman untuk meningkatkan kemandirian ekonomi umat.