Lazis Nurul Falah
gradient

LAZIS NF Buat Pembelajaran Al Quran Lebih Hidup Melalui Ice Breaker

Acara • 409x •
image

Inovasi pembelajaran al quran perlu ditingkatkan, agar santri dapat terus termotivasi untuk mengikuti kelas mengaji dan selalu rindu untuk belajar al quran. Melalui icebreaker terdapat manfaat yang dirasakan santri dengan tumbuhnya kefokusan pada materi yang disampaikan oleh guru al quran.

Ahad, 1 Oktober 2023, LAZIS Nurul Falah berkolaborasi dengan KPA Tilawati Driyorejo mengadakan kegiatan ice breaker for teaching and learning, bertempat di TPA Al jihad Driyorejo Surabaya. Dengan pelatihan ini guru ngaji dapat upgrade diri dan mengimplementasikan apa yang di dapat dari pelatihan ini kemudian diaplikasikan dalam kelas pembelajaran al quran.

Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan ini sejumlah 25 guru-guru yang terdiri dari beberapa guru TK dan guru SD yang ada di wilayah Driyorejo. Bersyukur saat kegiatan berlangsung, peserta secara aktif bertanya dan mempraktekkan secara langsung saat kegiatan. Hal ini memudahkan Ustadz Tukardi, S.T sebagai pemateri meninjau tingkat kepamahan peserta.


“Guru-guru disini sangat luar biasa semangatnya, dan juga cepat memahami materi. Semoga apa yang sudah dipelajari pada kesempatan ini dapat diajarkan kepada peserta didik ya.” tutur ustadz Tukardi.

Materi yang disampaikan kepada guru al quran berfokus bagaimana cara memanajemen kelas supaya lebih hidup, melatih fokus, dan memberikan energi positif semangat kepada santri.

Ustadz Yudi Sudar sebagai staff fundraiser offline LAZIS Nurul Falah, melihat potensi yang dimiliki oleh guru-guru al quran di Driyorejo Surabaya membutuhkan pelatihan ice breaker. Penyampaian yang disampaikan oleh guru al quran sedikit monoton dan cenderung membuat siswa tidak semangat untuk belajar al quran.


“Ini sebagian dari pengenalan dan pengembangan dakwah al quran di sekolahan. Alhamdulillah guru-guru yang diundang untuk kegiatan ice breaker mengikuti dengan khidmat.” jelas Ustadz Yudi Sudar.

Ia menambahkan, ketika saya bertanya kepada guru, ternyata mereka baru pertama kali ini mendapatkan pelatihan seperti ini, sehingga menjadi ilmu baru yang akan mereka terapkan pada sekolah masing-masing.