Lazis Nurul Falah
gradient

Keseruan Safari Berkisah LAZIS Nurul Falah di SD Muhammadiyah 12 Surabaya

Acara • 406x •
image

Suasana pagi di SD Muhammadiyah 12 Surabaya tampak berbeda dari biasanya pada Kamis, 15 Januari 2026. Ratusan siswa kelas 1, 2, dan 3 berkumpul dengan mata berbinar dan senyum yang mengembang. Bukan tanpa alasan, hari itu LAZIS Nurul Falah hadir membawa program safari berkisah, untuk memperingati momen Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Momen Isra’ Mi’raj bukan sekadar peringatan sejarah rutin tahunan. Bagi LAZIS Nurul Falah, ini adalah kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai karakter islami kepada generasi muda sejak dini. Menggandeng Bunda Ami, seorang pendongeng yang piawai menghidupkan suasana, edukasi kali ini dikemas secara apik melalui pendekatan narasi yang interaktif.

Kegiatan dibuka dengan hangat oleh Ustadzah Lin Hidayati, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 12 Surabaya. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya mengambil hikmah dari perjalanan spiritual Rasulullah SAW.

"Di momen Isra’ Mi’raj ini, banyak sekali pelajaran yang bisa anak-anak ambil. Hari ini, kita akan didampingi oleh Bunda Ami yang akan berkisah tentang perjalanan luar biasa Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha," tutur Ustadzah Lin di hadapan para siswa yang menyimak dengan saksama.

Begitu Bunda Ami naik ke panggung, suasana langsung pecah. Dengan gaya bercerita yang komunikatif dan ekspresif, beliau membawa imajinasi anak-anak terbang ke masa ribuan tahun silam. Anak-anak diajak menyelami betapa dahsyatnya perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, hingga naik ke langit ketujuh.

Inti dari cerita yang dibawakan Bunda Ami adalah tentang "oleh-oleh" paling berharga dari perjalanan Isra’ Mi’raj, yaitu perintah sholat lima waktu. Bunda Ami menjelaskan dengan bahasa yang sangat sederhana bahwa sholat bukanlah beban, melainkan hadiah spesial dari Allah SWT untuk hamba-Nya.

"Anak-anak, hadiah berupa sholat ini adalah cara kita berkomunikasi dengan Allah. Jika ingin menjadi anak yang sholeh dan sholehah, syarat utamanya adalah menjaga sholat lima waktu," ujar Bunda Ami dengan nada lembut namun memotivasi.

Tak hanya soal sholat, Bunda Ami juga berpesan agar para siswa rajin mengaji, tekun menghafal Al-Qur’an, dan tidak melupakan kewajiban utama mereka yaitu belajar. Pesan-pesan moral ini disisipkan di sela-sela candaan dan interaksi spontan, sehingga anak-anak tidak merasa sedang digurui, melainkan sedang bermain sambil belajar.

Antusiasme siswa terlihat jelas hingga akhir acara. Program Safari Berkisah ini membuktikan bahwa metode dongeng masih menjadi instrumen edukasi yang sangat efektif untuk anak-anak sekolah dasar. Melalui kolaborasi antara lembaga zakat dan sekolah, syiar Islam dapat tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan membekas di hati.