ACEH TAMIANG – Di tengah suasana duka pascabencana, LAZIS Nurul Falah menggelar kajian spiritual bagi guru ngaji dan korban banjir di Pondok Pesantren Darul Mukhlisin, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan kolaboratif bersama DPW BKPRMI Jatim dan DPW FKPQ Jatim untuk menguatkan mental para penyintas. Selain menyalurkan bantuan logistik, momen Ramadan ini dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu agama guna mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ketua DPW FKPQ Jatim, KH. Abdul Azis, hadir sebagai penceramah utama yang membedah tema keutamaan bulan suci dan kriteria penghuni surga. Beliau menyampaikan bahwa ujian berupa banjir dan tanah longsor di Aceh Tamiang harus disikapi dengan peningkatan kualitas ibadah. Menurutnya, bulan Ramadan adalah waktu yang paling tepat bagi umat Muslim untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

Dalam inti kajiannya, KH. Abdul Azis menjelaskan terdapat empat kunci utama bagi mereka yang dirindukan oleh surga. Keempat ciri tersebut meliputi kegemaran membaca Al-Qur'an, menjaga lisan dari keburukan, memberi makan orang yang lapar, serta menunaikan ibadah puasa Ramadan. “Empat golongan itu adalah taliil-Qur'an, wa haafizhul-Lisan, wa muth'imul-ji'aan, dan wa shoimiin fii syahri Romadhon,” tutur beliau dalam kutipan langsungnya.
Lebih lanjut, beliau menguraikan bahwa menjaga lisan dari gibah merupakan tantangan besar yang harus ditaklukkan selama berpuasa. Beliau juga mengajak para jamaah untuk memperbanyak sedekah pangan kepada sesama, terutama bagi tetangga yang sedang kesulitan akibat dampak bencana alam. Ungkapan tidak langsung ini bertujuan agar masyarakat saling menguatkan melalui aksi sosial yang bernilai ibadah di mata Allah SWT.
Melalui siraman rohani ini, LAZIS Nurul Falah berharap para guru ngaji dan warga sekitar mendapatkan ketenangan batin yang sepadan dengan bantuan materi yang diterima.
Sinergi antara bantuan fisik dan kajian Ramadan ini diharapkan mampu membangkitkan harapan baru bagi masyarakat Aceh Tamiang. Dengan memahami ciri penghuni surga, para jamaah diharapkan pulang membawa semangat baru untuk meningkatkan ketakwaan sepanjang bulan mulia ini.