Lazis Nurul Falah
gradient

Ikhtiar Memberdayakan Guru Ngaji Pesisir Gresik

Acara • 472x •
image

Di balik suara lantunan ayat-ayat suci yang merdu dan nasihat-nasihat lembut yang membentuk karakter generasi bangsa, ada sosok guru ngaji yang senyap dalam perjuangan. Mereka adalah ujung tombak pendidikan spiritual umat, mereka tak mengeluh, tak menuntut, karena bagi mereka, mengajar Al-Qur'an adalah ibadah yang nilainya tak ternilai.

Namun, semangat mulia itu tak boleh dibiarkan sendiri. LAZIS Nurul Falah bersama PT Pelindo hadir sebagai sahabat perjuangan mereka. Kali ini, kolaborasi diwujudkan melalui program asesmen awal pemberdayaan ekonomi bagi guru-guru ngaji Al-Qur’an di wilayah pesisir Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik.

Bukan bantuan sesaat, tapi sebuah langkah nyata menuju kemandirian. Dalam program ini, para guru ngaji diberdayakan melalui pengelolaan usaha olahan kerupuk ikan, potensi lokal yang sudah akrab di lidah masyarakat pesisir. Dengan bahan baku yang mudah dijangkau dan keahlian yang bisa terus dikembangkan, usaha ini diharapkan menjadi sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan.

LAZIS Nurul Falah turut menghadirkan pendamping dalam proses asesmen awal pemberdayaan, tujuannya melihat potensi dan kebutuhan dalam memproduksi kerupuk ikan. Setelah menemukan formula, akan terancang program pendampingan selama satu tahun dengan 2 semester.

Ustaz Syaf’i, Asisten Direktur LAZIS Nurul Falah, menegaskan bahwa program ini bukan hanya tentang ekonomi, tapi tentang membangun rasa saling peduli dan menumbuhkan semangat berbagi. “Ini menjadi wasilah kita bersama untuk bertumbuh, sehingga kelak nanti kita bisa saling membantu saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya dengan hangat.

“Mungkin saat ini mereka masih dalam posisi sebagai mustahik, namun ke depan, dengan kemandirian ekonomi, insyaAllah mereka akan bertransformasi menjadi muzakki." imbuhnya.

Ustaz Tamam, Ketua Kelompok Unit Bisnis (KUB) guru ngaji, mengatakan. "Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada LAZIS Nurul Falah dan PT Pelindo yang telah mendukung terus kami dalam melaksanakan pemberdayaan.”

Ia memberikan tambahan, bahwa guru-guru ngaji di sini sangat semangat dalam menjalankan amanah. Mendidik generasi bangsa dengan akhlak quran mereka siap, dan diajak untuk bertumbuh bersama dalam unit bisnis ini juga siap.

Program pemberdayaan ini adalah bentuk nyata dari dakwah sosial yang menyentuh. Bukan hanya mengajarkan ayat-ayat kebaikan, tetapi juga memastikan para pengajar tetap bisa hidup layak dan mandiri. Guru ngaji memang tak pernah menuntut, tapi mereka pantas diberi ruang untuk berkembang. Karena dari merekalah cahaya Al-Qur'an menyebar ke pelosok negeri.