Salah satu lembaga pendidikan yang menudukung program-program Lazis Nurul Falah adalah TK Tunas Bakti Surabaya dengan menanamkan karakter kepedulian sosial siswa-siwinya untuk bersedekah sejak dini melalui kotak amal. Lembaga yang terlatak di jalan Banyu Urip Wetan IV itu sedang melangsungkan Parenting wali murid bertajuk “sosialisasi peran Orang tua terhadap peningkatan belajar anak,” pada 17/12/2019.
Dra. Esniyarsih, kepala TK Tunas Bakti menjelaskan tujuan diselenggaranya parenting ini bisa memberikan kesepahaman antara wali murid dengan guru untuk meningkatkan kemauan siswa dalam belajar. “Kegitan ini diadakan supaya wali murid itu bisa memperlakukan anak sebagaimana mestinya, dan untuk mendapatkan penegetahuan tidak cukup dari sekolah, tuturnya”.
Kepala TK Tunas Bakti yang telah mengajar selama 34 tahun itu mengucapkan terimakasih kepada pihak Nurul Falah telah mendukung kegitan parenting dan berharap semoga pengetahuan wali murid dapat bertambah tentang bagaimana mendidik anak yang bijak, ada suatu perubahan dari perilaku wali murid kepada anak kepada anak sehingga kalau menurut pemberlajaran itu bisa tercapai.
Dukungan Lazis Nurul Falah terhadap acara yaitu dengan mendatangkan intruktur yang mengundang ustadzah Maria SE untuk memberikan materi parenting. Ia menjelaskan bahwa tidak ada anak produk gagal semua anak adalah anugrah dari tuhan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tergantung bagaimana cara kita mendidik dan mengarahkan anak-anak kita, terang ustadzah Maria.

Ustadzah Maria yang juga selaku kepala TK Nurul Falah memberikan 8 metode dalam mendidik anak. Pertama yaitu metode pembiasaan diri dengan cara orang tua memberikan contoh aktifitas yang dilakukan secara terus menerus, kedua metode keteladanan yaitu dengan memberikan contoh teladan yang bisa ditiru anak, ketiga metode memberikan pujian yaitu apapun pencapaian anak itu patut diapresiasi, keempat metode pemberian hukuman yaitu memberikan hukuman yang tidak mencaci dan tidak menganiaya, kelima metode ceramah yaitu memberikan pemahaman agar mudah dimengerti anak.

Selanjutnya metode keenam yaitu tanya jawab yaitu mengajak anak berkomunikasi dan menstimulus anak agar bertanya dan orang tua menjawab, ketujuh metode diskusi yaitu mengajak anak untuk bermusyawah dan berdiskusi untuk memecahkan persoalan, terakhir metode berkisah yaitu menceritakan atau membacakan kisah-kisah yang bisa menumbukan imajinasi dan menginspirasi anak.
Ibu Menik wali murid dari Ilyas TK B Tunas Bakti mengaku senang dengan kegiatan parenting bisa saling berdiksusi cara mendidik anak yang baik. “Saya berharap kegiatan seperti ini kedepan bisa diadakan lagi karena bisa menambah pengetahuan, bagiamana mendidik anak dengan baik, cara mengatasi anak rewel, anak yang banyak tingkahnya, dan cara gimana agar tidak mudah marah dan gampang tangan atau moro tangan kalau istilah jawa, tutupnya.