SURABAYA – Pengasuh Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah, Dr. KH. Ali Muaffa, M.Ag, memberikan motivasi dakwah kepada peserta Rakercab LAZIS Nurul Falah se-Jawa Timur. Agenda ini dilaksanakan pada hari kedua rapat kerja, Minggu, 15 Februari 2026.
Sesi spiritual ini berlangsung khidmat di Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah usai pelaksanaan salat qiyamul lail dan subuh berjamaah. Suasana pagi yang tenang menambah kekhusyukan para amil dalam menyerap pesan-pesan keumatan yang disampaikan.
Kiai Ali mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan amal melalui pengabdian kemanusiaan yang tulus. Beliau mengutip hadis sahih tentang tiga amalan yang pahalanya tidak pernah terputus meskipun raga seseorang telah wafat.

Tiga perkara mulia tersebut meliputi sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta doa tulus dari anak yang saleh (HR Muslim No. 1631). Kiai Ali menekankan bahwa seluruh aktivitas amil zakat merupakan manifestasi nyata dari investasi amal jariyah di akhirat kelak.
Beliau memberikan ilustrasi sederhana mengenai wujud sedekah jariyah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Menanam pohon yang teduh di pinggir jalan merupakan salah satu contoh kebaikan yang manfaatnya dinikmati terus-menerus oleh banyak orang.
Pemberian makan dan minum secara gratis kepada para musafir di perjalanan juga menjadi contoh amal yang serupa. Kiai Ali ingin para amil memahami bahwa setiap bantuan yang disalurkan memiliki nilai pahala yang terus mengalir abadi.

Para amil yang berjuang memastikan terpenuhinya hak-hak kaum dhuafa dipastikan mendapatkan ganjaran yang sangat besar. Nilai pahala mereka setara dengan para dermawan yang menginfakkan sebagian harta terbaiknya untuk kepentingan umat.
Peran amil dipandang sebagai jembatan suci yang menghubungkan niat baik muzakki dengan kebutuhan mendesak para mustahik. Pekerjaan ini memerlukan keteguhan hati dan niat lurus agar setiap langkah dinilai sebagai ibadah yang sempurna.
Kiai Ali meminta seluruh pengelola cabang untuk tidak pernah merasa gentar dalam menghadapi berbagai hambatan di lapangan. Beliau meyakinkan bahwa setiap tetes keringat amil merupakan bentuk perjuangan fisik dan batin di jalan Allah SWT.
"Jangan takut untuk selalu berbuat baik dan terus berjuang di tengah tantangan yang ada," tegas Dr. KH. Ali Muaffa, M.Ag. Pesan ini disambut dengan penuh tekad oleh para peserta dari berbagai daerah.
Bekal spiritual ini diharapkan menjadi energi utama bagi para amil dalam menjalankan program pemberdayaan sepanjang tahun 2026. Seluruh kantor cabang berkomitmen meningkatkan profesionalitas layanan zakat demi kesejahteraan masyarakat luas yang lebih merata.