Budaya telah menjadi ciri khas Indonesia, salah satunya dengan budaya kesenian wayang. Namun, anak-anak saat ini tidak terlalu tertarik untuk lebih dalam mengenal budaya wayang.
Dalam mengenalkan budaya Indonesia, pada tanggal 7-16 Februari 2024, LAZIS Nurul Falah mengadakan serangkaian dongeng isra mikraj menggunakan wayang sebagai pendung dongeng, kegiatan dongan dilakukan secara bergantian pada beberapa lembaga formal dan non formal di Surabaya-Sidoarjo. Dengan harapan, tidak hanya mengenalkan budaya Indonesia, tetapi kisah nabi Muhammad SAW tentang isra mikraj.
Safari dongeng LAZIS Nurul Falah tidak hanya memberikan edukasi agama Islam melalui cerita, tetapi anak-anak diajarkan juga untuk membangun empati dengan saling membantu saudara muslim yang sedang membutuhkan. Pendidikan dari kecil akan membentuk kebiasaan baik, kelak beranjak remaja dan dewasa dapat mengimplementasikan secara mandiri.
Ustaz Muhammad Ainun Najib sebagai staf program dan pendayagunaan LAZIS Nurul Falah mengatakan, program safari dongeng ini akan terus dilakukan sebagai bentuk pelayanan mitra kami, sekaligus dakwah kami untuk memberikan edukasi kepada anak-anak melalui dongeng.
“Khususnya pada safari dongeng edisi spesial isra mikraj, ada hal yang baru untuk menghadirkan dongeng dengan wayang selain menggunakan boneka, sekaligus ini terobosan baru mengenalkan budaya Indonesia untuk anak-anak agar lebih tertarik mengikutinya.” jelas ustaz Najib.
Dia menambahkan, kami akan terus memberikan pelayanan yang baik bagi mitra dan donatur. Semoga dengan adanya safari dongeng LAZIS Nurul Falah, anak-anak dapat mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan dapat diaplikasikan di lingkungan masing-masing.
Momentum hari-hari besar Islam akan menjadi variasi tema safari dongeng, sehingga apa yang disampaikan kepada anak-anak dapat secara berlanjut mendapatkan hal baru. Cara ajar menggunakan dongeng akan diperlukan sebagai pendekatan menyampaikan pesan ajaran agama Islam.

Ustaz Fikri Amrudin sebagai pendongeng LAZIS Nurul Falah yang membawa budaya wayang mengatakan, karena kecintaan saya kepada wayang dan agar bisa dinikmati untuk seluruh usia, termasuk anak-anak. Akhirnya saya membawa wayang untuk mendongeng kepada anak-anak, selain dapat memberikan edukasi agama juga mengenalkan budaya wayang.
“Harapan saya, kegiatan safari dakwah LAZIS Nurul Falah akan tetap terus ada.” jelasnya.
Lembaga mitra merasakan senang dan bahagia kedatangan tim LAZIS Nurul Falah yang melaksanakan safari dongeng. Cara baru ini akan dilakukan oleh lembaga formal atau non-formal, sebab keseharian yang dilalui anak hanya belajar mendengarkan guru menerangkan. Dongeng menjadi alternatif untuk menyampaikan edukasi melalui cerita.

LAZIS Nurul Falah mengundang sahabat turut serta dalam memberikan edukasi anak melalui dongeng dengan boneka maupun wayang.