Surabaya-LAZIS Nurul Falah di tengah situasi pandemi Covid-19 tidak melunturkan semangat dalam menggelar diklat online untuk guru se-Nusantara. Dalam diklat tersebut merupakan diklat standarisasi tilawati level 2 nasional untuk mengasah keterampilan guru dalam mengajar.
Dalam sambutan diklat tersebut Bapak Drs. H. Anis Syaif Effendi selaku Asisten Direktur LAZIS Nurul Falah, penyelenggara kegiatan Diklat Standarisasi Guru Al-Qur’an ini memaparkan bahwa kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dengan LAZIS Nurul Falah dan Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah.
Sambutan kedua oleh Direktur Nurul Falah, Bapak Drs. H. Umar Jaeni, M.Pd sambutan sekaligus membuka acara diklat tersebut.

Menurut paparan Bapak H. Umar Jaeni Jumlah guru Al-Qur’an saat ini sangatlah banyak, namun kualitasnya masih sangat rendah. Sehingga dengan adanya diklat standarisasi guru Al-Qur’an akan menjadikan guru yang berkulitas dan baik yakni guru yang ilmunya sangat dalam dan baik cara penyampaiannya.
Program diklat standarisasi guru Al-Quran metode Tilawati ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu – Ahad (7-8 November 2020) secara online. Diklat online ini diikuti 70 peserta dari utusan cabang Tilawati seluruh Nusantara. Sehingga peserta yang mengikuti diklat online tersebut tersebar dari penjuru Nusantara.
Acara diklat online standarisasi guru Tilawati ini digelar sebagai hadiah kepada guru Al-Qur’an untuk memperingati Hari Pahlawan Nasional, ujar AsDir LAZIS Nurul Falah. Dan acara tersebut disupport oleh kitabisa.com dalam program LAZIS Nurul Falah yakni zakat untuk guru ngaji Indonesia
Standarisasi guru Al-Qur’an level 2 ini akan ada lanjutannya ke level selanjutnya. Dalam acara diklat tersebut Para peserta diklat, dilatih secara virtual. Meski diklat tersebut dilakukan secara online, tidak mengurangi semangat para peserta yang join.
Seperti yang dituturkan Ust. Ali Muafa, yakni “kita menghadapi masalah, tapi kita tidak diam. Pikiran terus mencari solusi, tangan kita bergerak, mata kita tetap mencari cela dimana Allah akan menberikan potensi dan kekuatan kita.

Output dari diklat online ini adalah mengajarkan bagaimana cara menjadi guru yang baik dan berkualitas dalam segi penggunaan metode pengajaran, penerapan dan juga evaluasinya. Dengan adanya keikhalasan dalam mengajar dan kualitas ilmu yang bagus akan menjadikan kedekatan guru kepada Allah sehingga guru akan senantiasa mendoakan santrinya. Tutur Bapak H. Umar Jaeni.
Akhirnya, sejalan dengan upaya pemberdayaan guru Al-Qur’an, baik dari segi kinerja maupun keterampilannya, maka harapannya untuk menciptakan sumber daya manusia yang paham Al-Qur’an akan menjadi kenyataan, yang pada gilirannya nanti akan terbentuk manusia-manusia yang sanggup menjadi pelopor pembangunan di daerahnya masing-masing, dengan memiliki dan wawasan sanggup berkiprah secara luas.