Dedikasi guru ngaji sangat tinggi untuk mewujudkan cita-cita mulia, yaitu mendidik anak-anak bangsa memiliki akhlak terpuji dan memberantas buta huruf Al-Qur’an. Namun, keadaan guru ngaji tidak sesuai dengan semestinya, rata-rata dari mereka adalah memiliki penghasilan rendah tetapi tetap berjuang mengajar dengan maksimal.
Pada Ahad, 28 Januari 2024, LAZIS Nurul Falah Blitar memberikan apresiasi kepada 31 guru ngaji di Kabupaten Blitar dengan memberikan bingkisan. Harapannya, guru ngaji dapat terus semangat memberikan pendidikan Al-Qur’an kepada anak-anak.
Pemberian bingkisan dilakukan di 3 TPQ yang ada di Kabupaten Blitar, diantaranya 23 bingkisan di TPQ Mathlaul Ulum, Tumpang, Talun, Kabupaten Blitar; dan 8 bingkisan di TPQ Al-Ikhlas serta TPQ Mambaul huda, Gaprang, Kanigoro, Kabupaten Blitar.

Ustaz Khoirul Muttaqin sebagai ketua LAZIS Nurul Falah Blitar menegaskan, pembagian bingkisan guru ngaji sebagai bentuk apresiasi telah mengabdikan dirinya di TPQ. Kemudian, program ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kepedulian kita terhadap guru ngaji yang seringkali tidak mendapatkan perhatian yang memadai selama mengajar.
“Dengan demikian, pembagian bingkisan diharapkan dapat memberikan penghargaan dan perhatian lebih terhadap peran penting guru ngaji dalam pendidikan agama, khususnya pendidikan Al-Qur’an,” ujar ketua LAZIS Nurul Falah Blitar
LAZIS Nurul Falah Blitar memiliki komitmen dalam memberikan apresiasi kepada guru ngaji di wilayah Kabupaten atau Kota Blitar. Tidak hanya pendidikan santri yatim dhuafa, tetapi juga fokus terhadap kesejahteraan guru ngaji yang kurang mampu.
Kondisi penerima manfaat menunjukkan ekspresi yang sangat berterima kasih dan terharu atas tindakan pembagian bingkisan guru ngaji. Mereka menggambarkan perasaan rasa syukur dan haru sebagai respons positif terhadap upaya LAZIS Nurul Falah Blitar dalam memberikan apresiasi kepada guru ngaji di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ).
Ekspresi berterima kasih ini mencerminkan bahwa bingkisan yang diberikan bukan hanya sebagai materi atau bantuan semata, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan yang mendalam terhadap peran dan kontribusi guru ngaji dalam membimbing dan mengajar. Penerima manfaat, melalui rasa terima kasih dan terharu mereka, secara tidak langsung memberikan konfirmasi bahwa program ini memiliki dampak emosional yang positif.

Pemberian bingkisan guru ngaji tidak hanya memberikan manfaat material, tetapi juga menciptakan ikatan emosional dan apresiasi yang lebih kuat antara lembaga dan para guru ngaji. Kondisi penerima manfaat yang penuh rasa syukur dan haru dapat menjadi motivasi bagi lembaga dan para donatur untuk terus memberikan dukungan dan apresiasi, sehingga semangat pengabdian mereka dapat terus berkembang dalam memberikan pendidikan agama di lingkungan TPQ.