Surabaya – Pada sore hari Senin 21 November 2020, LAZIS Nurul Falah melalukan pentasyarufan program baru. Program ini baru dicanangkan oleh LAZIS Nurul Falah yakni GAMASYA (Gerakan Masyarakat Berdaya). Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat yang terkena dampak Covid 19.
Mustahik yang menerima program GAMASYA adalah bu Asifah, seorang donatur tetap LAZIS Nurul Falah sekaligus sebagai Khuddamul Qur’an, seorang guru ngaji di TPQ setempat. Beliau setiap hari mengajar Al-Qur’an di TPQ dan di Rumahnya khusus untuk setengah baya dan LANSIA, namun di masa pandemi ini yang mengaji di rumahnya hanya setengah baya.

Aktivitas bu Asifah selain mengajar Al-Qur’an, beliau menjual beberapa paket sembako, beberapa minuman, dan juga mainan anak. Namun yang dijual bu Asifah tidak lengkap dan hanya beberapa saja. Akibat covid juga, toko bu Asifah sepi dan beliau memutar otak untuk membuat sinom, wingko namun belum ada mereknya sehingga tidak bisa masuk di toko-toko yang besar dan akhirnya haya membuat sekali dalam 1 minggu. Penghasilan dari penjualannya setiap harinya kadang 20,30,50 ribu. Namun kebanyakan 30 ribu, itupun penghasilan kotor.
Adapun suami bu Asifah adalah seorang kuli bangunan yang juga terkena dampak Covid, beliau dipanggil kerja hanya beberapa hari saja, setelah itu menganggur. Namun beliau selalu berusaha untuk bekerja, apapun dikerjakan untuk mendapatkan uang.
“Terimakasih LAZIS Nurul Falah, semoga pemberian ini berkah dan bisa menjadi amal buat para donatur yang lain. Saya sampai ingin menangis, melihat semua ini.” Tangis haru bu Asifah.

Pemberian program GAMASYA ini berdasarkan passion bu Asifah, yakni pengembangan toko kelontong. Sehingga LAZIS Nurul Falah memberikan paket sembako dan beberapa kebutuhan pokok, agar toko beliau lebih lengkap dan banyak pengunjung untuk membeli. Sehingga output yang diharapkan dari program ini bisa tercapai yakni masyarakat berdaya dan ekonominya meningkat.