Lazis Nurul Falah
gradient

Berbagi Kebahagiaan Bersama Dhuafa dan Santri Yatim Pada Tarhib Ramadhan

Penyaluran Bantuan • 526x •
image

Mendekati bulan suci Ramadhan, khususnya di Indonesia terdapat beberapa kegiatan untuk menyambut kedatangan bulan penuh kemuliaan, dengan cara mengatakan Tarhib. Tarhib memiliki arti salam atau selamat datang, dengan harapan kita memiliki semangat untuk melaksanakan dan menambah pahala kebaikan di bulan ramadhan. salah satunya dimulai dengan berbagi kepada santri yatim binaan LAZIS Nurul Falah.

Pada Jumat, 08 Maret 2024 LAZIS Nurul Falah pada momentum tarhib ramadhan di Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah, dengan memberikan santunan 20 dhuafa serta 20 santri yatim berupa uang pembinaan dan bingkisan. Dengan harapan, berbagi kebahagiaan ini akan terus mengalir kepada santri yatim yang terus berjuang tanpa pendampingan sosok ayah.


Berbagi kebahagiaan dhuafa dan santri yatim menjadi satu langkah untuk #BerubahMenjadiLebihBaik menyambut bulan suci ramadhan. LAZIS Nurul Falah memiliki komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik serta mengawal amanah untuk diberikan kepada mustahik yang tepat sasaran.

Keberkahan ramadhan akan menjadi momen kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Karena berbagai keberkahan, pahala kebaikan dilipatgandakan, serta pintu-pintu surga terbuka. 

LAZIS Nurul Falah melalui program berbagi untuk santri dan dhuafa memberikan renungan bagi setiap kita, masih banyak saudara-saudara kita yang tengah membutuhkan uluran tangan kita atau rezeki yang kita miliki untuk berbagi kebahagiaan yang sama. Ibarat tubuh ada satu bagian tubuh yang merasa sakit, semua ikut merasakannya.


Tarhib ramadhan mengusung tema “Menjalin Kebersamaan Menjaga Al-Qur’an”. Semangat ini terus digaungkan agar lantunan ayat suci Al-Qur’an dapat memberikan keberkahan di bulan Ramadhan, kemudian kebersamaan akan membuat ukhwah Islamiyah akan terbentuk.

Ustaz Dr. KH Much. Imam Chambali selaku Dewan Pengawas Syariah LAZIS Nurul Falah, berharap kita semua yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Syukur itu sebagai bentuk takwa dan letaknya di dalam hati.

Sebagai orang yang mencintai Al-Qur’an selayaknya kesedihan tidak terlalu larut, karena setiap hari membaca bismillah, di dalamnya terdapat kata Ar-rahman dan Ar-rahim dari Allah SWT. “Ya kalau kita mendapatkan ujian, tandanya Allah SWT itu sayang kepada kita. Sikap yang harus ditunjukkan ialah dengan penuh kebahagiaan,” ujar DPS LAZIS Nurul Falah.


Beliau menegaskan, jangan pernah susah! Sebagai guru ngaji yang mencintai, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an itu akan dekat dengan Allah SWT. Karena semakin tinggi derajat seseorang berarti semakin banyak ujian yang telah dihadapi.