Beasiswa pelatihan guru ngaji level 1 metode Tilawati, membangun generasi qur'ani di Situbondo dalam upaya memperluas dakwah Al-Qur'an dan memberantas buta huruf Al-Qur'an. LAZIS Nurul Falah berkolaborasi Tilawati menyelenggarakan pelatihan di Pondok Pesantren Adz-Dzikraa, berlokasi di Jl. Raya Banyuwangi KM: 210, Lamongan, Arjasa, Situbondo.
Pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta yang antusias untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam mengajar Al-Qur'an. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, tetapi memiliki satu tujuan yang sama, yaitu menyebarkan ilmu Al-Qur'an dengan metode yang mudah dan menyenangkan bagi para santri serta masyarakat sekitar.

LAZIS Nurul Falah memiliki peran penting dalam mensupport kegiatan ini dengan menyediakan trainer berpengalaman dan buku modul ajar Tilawati. Ustaz Achmad Fatkhurrozi, M.Pd, selaku Asisten Direktur LAZIS Nurul Falah, menjelaskan bahwa program beasiswa pelatihan guru ngaji diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi dakwah Al-Qur'an di Nusantara.
"Alhamdulillah, bersyukur kegiatan pelatihan guru ngaji di Situbondo dapat berjalan dengan lancar. Terima kasih kepada sahabat donatur LAZIS Nurul Falah yang telah mendukung program dakwah Al-Qur'an di Nusantara," imbuh Ustaz Achmad Fatkhurrozi.
Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk menyukseskan program-program dakwah seperti ini. Pelatihan standardisasi metode Tilawati ini dirancang untuk menghadirkan cara mengajar Al-Qur'an yang mudah dipahami dan menyenangkan bagi peserta didik.
Metode ini telah terbukti efektif dalam membantu santri memahami dan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Tidak hanya itu, metode ini juga menekankan pada pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan dengan menggunakan pendekatan lagu rost, sehingga santri tidak merasa bosan dan lebih termotivasi untuk belajar.

Salah satu penerima beasiswa pelatihan guru ngaji, Ustaz Kholikin, mengungkapkan rasa bahagianya karena diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini. "Pelatihan ini mudah untuk diterima, insya Allah nantinya saat pembelajaran bersama santri akan diterima dengan mudah juga," ujarnya dengan penuh semangat.
Penyelenggaraan pelatihan ini, diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak lebih banyak guru ngaji yang kompeten dan berkomitmen untuk menyebarkan ilmu Al-Qur'an di Situbondo. Dengan demikian, diharapkan tingkat buta huruf Al-Qur'an di masyarakat dapat berkurang.
Dalam acara penutupan pelatihan, para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan kesan selama mengikuti pelatihan. Banyak di antara mereka yang merasa sangat terbantu dengan metode Tilawati yang diajarkan. Mereka optimis bahwa metode ini akan sangat berguna dalam proses mengajar di tempat mereka masing-masing.