Senin, 12 Mei 2025, menjadi hari yang penuh makna di Masjid Al Fatah, Kauman, Mojokerto. Suasana khidmat menyelimuti tempat ini, ketika Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah (LAZIS) Nurul Falah menggelar acara pemberian apresiasi kepada para guru ngaji, sosok pahlawan tanpa tanda jasa yang senantiasa berjuang mendidik generasi bangsa dengan akhlak Qurani.
Acara ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan komitmen para guru ngaji dalam membina akhlak dan pengetahuan agama anak-anak. Kehadiran LAZIS Nurul Falah di Masjid Al Fatah, yang beralamat di Kauman Gg. 4 No.2, Mergelo, Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, memberikan suasana yang berbeda. Raut wajah penuh kebahagiaan dan semangat untuk tetap berjuang mensyiarkan dakwah Al-Qur’an.

Ustaz Achmad Syafi'i, Asisten Direktur LAZIS Nurul Falah, dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada para guru ngaji. "Guru ngaji adalah ujung tombak dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Qurani. Mereka adalah pilar penting dalam menjaga moralitas bangsa ini," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ustaz Achmad Syafi'i menekankan pentingnya peran guru ngaji di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, apresiasi yang diberikan bukan hanya sekadar bentuk penghargaan, tetapi juga sebagai motivasi agar para guru ngaji terus bersemangat dalam menjalankan tugas mulianya.

Salah satu penerima manfaat dari apresiasi ini adalah Ustaz Hartono. Beliau, yang telah mengabdikan diri selama lebih dari dua dekade sebagai guru ngaji, dia mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh LAZIS Nurul Falah.
"Apresiasi ini adalah bukti bahwa perjuangan kami tidak sia-sia. Ini akan menjadi semangat baru bagi kami untuk terus mendidik anak-anak dengan nilai-nilai Qurani," tutur Ustaz Hartono.
Acara ini tidak hanya dihadiri oleh para guru ngaji, tetapi juga oleh masyarakat sekitar yang turut memberikan dukungan moral. Mereka menyambut baik inisiatif LAZIS Nurul Falah dalam memberikan perhatian lebih kepada para pendidik agama yang seringkali terlupakan.
Dengan adanya kegiatan semacam ini, diharapkan semakin banyak pihak yang menyadari pentingnya peran guru ngaji dalam pembangunan karakter bangsa. LAZIS Nurul Falah berharap, apresiasi ini dapat menjadi langkah awal bagi banyak lembaga lainnya untuk turut serta memberikan perhatian dan dukungan kepada para pendidik agama.