Kicauan burung terdengar merdu menyambut pagi yang penuh berkah di TPQ Nurul Huda, Dusun Kedung Uneng, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Udara sejuk menyelimuti suasana hari Ahad, 10 Muharram 1447 H atau bertepatan dengan 6 Juli 2025. Di tempat sederhana yang sarat makna ini, LAZIS Nurul Falah Mojokerto menggelar kegiatan Santunan Fajar 10 Muharram bagi anak-anak yatim. Kegiatan ini bukan sekadar berbagi, tetapi juga momentum menanamkan nilai keimanan dan keteladanan para nabi di bulan yang mulia.
Acara dimulai selepas Subuh, diawali dengan shalat berjamaah yang khusyuk. Alunan istighosah dan doa bersama menggema, memohon keberkahan dan keselamatan untuk para yatim serta seluruh umat Islam. Suasana hening penuh khidmat, para santri kecil larut dalam untaian doa yang dipanjatkan bersama para ustaz dan ustazah.
Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an mengiringi kegiatan murojaah yang dilakukan bersama, memperkuat hafalan dan kecintaan anak-anak pada kitabullah. Tak ketinggalan, kultum singkat disampaikan untuk mengingatkan keutamaan hari Asyura dan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di tanggal 10 Muharram.
Ustaz Adi, staf LAZIS Nurul Falah Mojokerto, mengisahkan bagaimana Nabi Ibrahim teguh dalam tauhid meski dibakar Raja Namrud, Nabi Nuh gigih berdakwah menghadapi kaumnya, Nabi Yunus diselamatkan dari perut ikan paus, hingga Nabi Adam yang diterima taubatnya. Kisah-kisah ini menjadi teladan agar anak-anak yatim memiliki iman yang kuat, kesabaran, dan semangat dalam menjalani kehidupan.
“Semoga anak-anak menjadi generasi qurani yang memiliki semangat belajar untuk menggapai cita-cita mereka.” imbuhnya.
Lima anak yatim yang mendapat santunan pagi itu ialah Aida Zalva Raihana (3 tahun), M. Azzam Al Sahin (12 tahun), Ananda Naura Dwi Cantika (9 tahun), Pradipta Tristan Alvaro (10 tahun), dan Yudha (11 tahun).
Kegiatan Santunan Fajar 10 Muharram ini menghadirkan senyum di wajah anak-anak yatim. Semoga keberkahan bulan Muharram ini terus mengalir, menguatkan keimanan dan menjadikan kita semua hamba yang peduli pada sesama.