Lazis Nurul Falah
gradient

Sinergi Membangun Negeri

Keislaman •
image

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَنَا أُمَّةً وَاحِدَةً، وَأَمَرَنَا بِالتَّعَاوُنِ عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى، وَنَهَانَا عَنِ التَّفَرُّقِ وَالتَّنَازُعِ وَالْهَوَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ تَآخَوْا فِي اللهِ، وَبَنَوْا صَرْحًا عَظِيْمًا مِنَ الْحَضَارَةِ وَالْمَجْدِ وَالتَّمْكِيْنِ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang tidak hanya terwujud dalam batas-batas ibadah ritual di dalam masjid, melainkan terpancar dalam kepedulian sosial, persatuan, dan kontribusi nyata untuk kemakmuran bangsa dan negara.

Tidak ada satu pun bangsa di dunia ini yang mampu berdiri kokoh dan maju hanya dengan mengandalkan satu kelompok, satu profesi, atau satu golongan saja. Indonesia, sebagai negeri yang dianugerahi kekayaan alam melimpah dan keberagaman suku serta budaya, membutuhkan sinergi kolektif dari seluruh elemen masyarakat.

Sinergi dalam ajaran Islam dipahami sebagai prinsip ta'āwun (saling tolong-menolong dan bekerjasama). Tanpa adanya kerja sama yang harmonis, potensi yang besar akan terpecah belah dan kedamaian akan mudah goyah.

Jamaah yang berbahagia,

Bagaimana syariat Islam meletakkan dasar-dasar sinergi untuk membangun negeri?

Pertama, Menyadari Peran dan Fungsi Masing-Masing seperti Satu Tubuh.

Rasulullah SAW menggambarkan keterikatan antarumat beriman bagaikan satu struktur bangunan atau satu tubuh yang saling menguatkan. Beliau bersabda dalam hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Artinya: "Antara seorang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain."

Pembangunan negeri memerlukan pembagian peran yang saling melengkapi. Ulama dan tokoh agama membimbing moral dan spritual bangsa; pemerintah dan ulil amri menegakkan hukum serta keadilan; akademisi dan ilmuwan mengembangkan inovasi teknologi; pengusaha menggerakkan roda ekonomi dan menyerap tenaga kerja; sementara para pekerja dan petani menjaga kedaulatan pangan serta produksi. Ketika setiap pihak menjalankan amanahnya dengan jujur dan ikhlas, keterpaduan itu akan melahirkan kekuatan besar.

Kedua, Menghindarkan Diri dari Perpecahan dan Ego Sektoral.

Sinergi tidak akan pernah terwujud jika setiap kelompok mengedepankan kesombongan, prasangka buruk, serta merasa paling berjasa dibanding yang lain. Allah SWT mengingatkan bahaya perpecahan dalam Surah Al-Anfal ayat 46:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Perbedaan latar belakang, pandangan, maupun strategi politik adalah hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai merusak fondasi persaudaraan (ukhuwah wathaniyyah) dan tujuan bersama, yaitu terciptanya masyarakat yang adil, tenteram, dan sejahtera.

Ketiga, Mengorientasikan Kerja Sama untuk Kebaikan dan Kemaslahatan Publik.

Al-Qur'an secara tegas membatasi arah sinergi: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.” (QS. Al-Ma'idah: 2).

Bentuk nyata sinergi membangun negeri di era modern dapat kita wujudkan melalui aksi-aksi strategis:

  1. Sinergi Ekonomi: Menguatkan ekosistem ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) produktif antara masyarakat, lembaga zakat, dan pemerintah guna mengentaskan kemiskinan dan mencetak lapangan kerja.
  2. Sinergi Pendidikan dan Karakter: Menggabungkan kurikulum ilmu pengetahuan umum dengan nilai-nilai akhlakul karimah demi menyiapkan generasi muda yang cerdas sekaligus berintegritas.
  3. Sinergi Sosial dan Keamanan: Saling menjaga ketertiban, menolak penyebaran hoaks serta ujaran kebencian di media sosial, dan aktif bergotong-royong membantu warga yang tertimpa musibah.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya (khairunnās anfa'uhum linnās). Mari kita buang jauh-jauh sikap apatis dan masa bodoh terhadap kondisi sekitar. Bangsa ini tidak membutuhkan orang-orang yang hanya pandai mencaci kekurangan, melainkan membutuhkan pribadi-pribadi yang mau mengulurkan tangan dan bekerja sama membawa solusi.

Sekecil apa pun kontribusi positif yang kita berikan baik berupa tenaga, pikiran, harta, maupun doa yang tulus, jika dipadukan dengan kontribusi jutaan saudara kita lainnya, akan menjadi gelombang kebaikan yang mampu mengangkat derajat negeri ini menjadi tanah air yang diridhai Allah SWT.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.

—----

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup khutbah pada siang hari yang penuh berkah ini, marilah kita menyatukan hati dan meluruskan niat untuk senantiasa menjadi bagian dari penyelesai masalah (solution maker), bukan pembuat kegaduhan. Mari kita doakan para pemimpin bangsa agar senantiasa diberikan petunjuk, keadilan, dan kekuatan oleh Allah SWT dalam mengemban amanah rakyat. Doakan pula agar seluruh warga negeri ini dianugerahi keteguhan iman, persatuan yang erat, serta kemakmuran yang berlimpah.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ... يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, jadikanlah negeri kami Indonesia ini negeri yang aman, tenterام, makmur, dan penuh berkah. Satukanlah hati kami di atas kebenaran, hilangkanlah rasa dengki, permusuhan, dan egoisme dari dada-dada kami. Bimbinglah para pemimpin kami untuk memimpin dengan adil, jujur, dan amanah. Berikanlah taufiq kepada seluruh rakyat untuk saling bahu-membahu dalam kebaikan, merawat persatuan, serta menguatkan ekonomi dan moral bangsa. Limpahkanlah rezeki yang halal dan keturunan yang shalih bagi kami, serta wafatkanlah kami kelak dalam keadaan husnul khatimah.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Penulis: Akbar Trio Mashuri (LAZIS Nurul Falah)