Lazis Nurul Falah
gradient

Selalu Merasa Cukup, akan Allah Cukupkan

Keislaman •
image

Manusia sering kali terjebak dalam perlombaan materi yang tidak pernah ada habisnya. Keinginan untuk terus memiliki lebih banyak harta, jabatan, atau pengakuan kerap membuat hati merasa selalu kurang dan gelisah.

Padahal, kunci kedamaian hidup tidak terletak pada seberapa banyak kekayaan yang berhasil dikumpulkan. Kunci kebahagiaan sejati berada pada sikap qana'ah, yaitu rasa cukup dan ridha atas setiap ketetapan serta rezeki yang Allah Swt. berikan.

Hakikat Kekayaan Sejati dalam Islam

Banyak orang mengukur kekayaan dari melimpahnya harta benda dan aset kepemilikan. Namun, Islam memberikan standar kekayaan yang sangat berbeda dan menyentuh kedalaman jiwa.

Kekayaan hakiki bukanlah banyaknya perhiasan atau tingginya angka di rekening bank. Kekayaan sejati adalah merasa cukupnya hati (ghinanna'fsi) terhadap apa pun yang dimiliki saat ini.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Artinya: "Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: 'Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, melainkan kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati.'" (HR. Bukhari no. 6446 & Muslim no. 1051)

Orang yang memiliki hati yang kaya akan senantiasa tenang dan bersyukur. Ia terbebas dari sifat rakus dan cemas berlebihan terhadap hari esok, karena yakin bahwa Allah Swt. adalah Maha Penjamin rezeki setiap makhluk.

Janji Kecukupan bagi Hamba yang Bersyukur

Sikap merasa cukup bukan berarti pasrah tanpa ikhtiar atau enggan bekerja keras. Qana'ah adalah kondisi mental yang dipenuhi rasa syukur atas hasil ikhtiar, seraya meyakini bahwa Allah Swt. pasti mencukupkan kebutuhan hamba-Nya.

Ketika seseorang fokus mensyukuri nikmat yang ada, Allah Swt. berjanji akan menambah nikmat tersebut. Sebaliknya, rasa kufur dan keluhan hanya akan menyempitkan dada dan menjauhkan keberkahan.

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sungguh, azab-Ku sangat berat.'" (QS. Ibrahim: 7)

Rasa cukup yang ditanamkan di dalam dada menjadi magnet kebaikan. Allah Swt. akan membuka pintu-pintu kemudahan dari arah yang tidak disangka-sangka bagi hamba yang senantiasa ridha atas pemberian-Nya.

Keberuntungan Orang yang Berpasrah dan Merasa Cukup

Rasulullah saw. memberikan gambaran tentang sosok manusia paling beruntung di dunia. Orang tersebut bukanlah yang menguasai istana atau memiliki harta melimpah, melainkan yang diberi hidayah Islam, kecukupan rezeki, dan rasa puas.

Hati yang menerima (qana'ah) mengubah rezeki sederhana menjadi karunia yang sangat melimpah. Kecukupan hidup adalah karunia besar yang memerdekakan manusia dari perbudakan duniawi.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

Artinya: "Dari Abdullah bin Amr bin Al-Aas, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sungguh beruntung orang yang berserah diri (masuk Islam), diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa cukup atas apa yang diberikan Kepadanya.'" (HR. Muslim no. 1054)

Dengan memelihara rasa cukup, hidup terasa lebih ringan dan bahagia. Kita tidak lagi membanding-bandingkan garis takdir sendiri dengan pencapaian orang lain.

Menerapkan Sikap Qana'ah dan Berbagi Keberkahan

Menumbuhkan sikap merasa cukup dapat dimulai dengan selalu melihat ke bawah dalam urusan duniawi. Memperbanyak zikir, menjaga kesederhanaan, dan rutin bersedekah adalah cara terbaik merawat ketenangan jiwa.

Sedekah tidak akan membuat seseorang kehilangan harta, melainkan melatih hati agar tidak terikat pada materi. Melalui sedekah, kita membagikan rasa cukup dan kebahagiaan kepada sesama yang membutuhkan.

وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖ ۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Artinya: "Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. At-Talaq: 3)

Mari kita pupuk rasa cukup dalam setiap keadaan. Salurkan sebagian rezeki dan kepedulianmu melalui LAZIS Nurul Falah untuk membantu mengalirkan keberkahan serta mencukupkan kebutuhan saudara-saudara kita yang membutuhkan.