Lazis Nurul Falah
gradient

Merawat Sisa Usia dengan Amal Saleh

Keislaman •
image

Di tengah guliran waktu yang terus berputar tanpa kompromi, manusia sering kali terlena oleh rutinitas dan pesona duniawi yang semu. Setiap detik yang berlalu adalah jatah usia yang berkurang, membawa kita semakin dekat pada batas akhir kehidupan.

Menyadari keterbatasan waktu dunia merupakan awal dari kesadaran spiritual untuk segera bangkit dari kelalaian. Setiap helai napas yang tersisa adalah modal berharga yang tidak boleh terbuang sia-sia tanpa diisi oleh karya dan hal-hal yang memberikan manfaat nyata bagi akhirat.

Hakikat Kehidupan Dunia yang Singkat dan Fana

Al-Qur'an menggambarkan kehidupan dunia sebagai persinggahan yang sangat singkat jika dibandingkan dengan keabadian akhirat. Sering kali manusia baru menyadari betapa singkatnya masa hidup mereka saat penyesalan datang di penghujung usia.

Waktu adalah aset yang tidak dapat diputar kembali atau dibeli dengan harta sebanyak apa pun. Menjadikan dunia sebagai tempat menanam kebaikan adalah pilihan cerdas agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi.

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَاَنْ لَّمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا سَاعَةً مِّنَ النَّهَارِ يَتَعَارَفُوْنَ بَيْنَهُمْ ۗ قَدْ خَسِرَ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِلِقَاۤءِ اللّٰهِ وَمَا كَانُوْا مُهْتَدِيْنَ

Artinya: "Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa) seolah-olah tidak pernah tinggal (di dunia) melainkan hanya sekejap saja pada siang hari, (pada waktu) mereka saling mengenal..." (QS. Yunus: 45)

Peringatan tegas dalam ayat ini menuntun kita untuk menata ulang prioritas hidup. Waktu yang terbatas ini harus dikelola dengan bijak demi meraih keridaan Sang Pencipta sebelum kesempatan itu tertutup rapat.

Memanfaatkan Lima Perkara Sebelum Datang Lima Perkara

Rasulullah saw. memberikan nasihat yang sangat monumental mengenai pentingnya memanfaatkan setiap peluang kebaikan selagi kesempatan masih terbuka. Beliau mengingatkan umatnya agar tidak menunda-nunda amal saleh hingga keadaan berubah menjadi sulit.

Setiap nikmat berupa masa muda, kesehatan, kelapangan harta, waktu luang, dan kehidupan adalah modal utama yang harus diinvestasikan untuk memanen pahala abadi.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِرَجُلٍ وَهُوَ يَعِظُهُ: اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Artinya: "Dari Ibn Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada seorang laki-laki ketika beliau menasihatinya: 'Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.'" (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no. 7846)

Nasihat nabawi ini menggetarkan jiwa agar kita segera bergegas melakukan hal-hal yang bermanfaat. Menunda kebaikan adalah salah satu perangkap terbesar yang membuat manusia bangkrut di akhirat kelak.

Manusia Terbaik Adalah yang Paling Bermanfaat bagi Sesama

Indikator utama keberhasilan seseorang dalam memanfaatkan waktu dunianya terletak pada seberapa besar kebermanfaatan yang bisa ia hadirkan bagi lingkungan sekitarnya. Islam mengukur kemuliaan hamba dari kebaikan, kedamaian, dan bantuan yang ia pancarkan kepada sesama.

Melakukan hal yang bermanfaat tidak selalu harus dalam skala besar. Sikap saling menolong, mengajarkan ilmu, menyebarkan senyuman, hingga menyisihkan sebagian rezeki untuk kaum dhuafa adalah wujud nyata pemanfaatan waktu yang sangat bernilai di sisi Allah Swt.

عَنْ جَابِرٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Artinya: "Dari Jabir, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.'" (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Awsat no. 5787)

Menjadi pribadi yang bermanfaat memberi makna mendalam pada sisa usia kita. Setiap jejak kebaikan yang kita tinggalkan akan menjadi warisan indah yang terus mengalirkan keberkahan.

Abadikan Waktu Duniamu Melalui Sedekah dan Kepedulian

Mengingat waktu dunia yang sangat terbatas, mari kita isi setiap detiknya dengan niat yang lurus dan amal yang berdampak. Jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa ada sedekah dan kebaikan yang kita tanam untuk bekal pulang ke kampung akhirat.

Mari manfaatkan waktu, kesehatan, dan kelapangan rezeki yang kita miliki saat ini. Salurkan sebagian hartamu melalui LAZIS Nurul Falah untuk mendukung program pendidikan Al-Qur'an, pemberdayaan dhuafa, dan aksi kemanusiaan, agar sisa usiamu sarat akan manfaat dan berbuah pahala abadi.