KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الصَّدَقَةَ بَرْهَانًا عَلَى صِدْقِ الإِيْمَانِ، وَوَسِيْلَةً لِتَطْهِيْرِ الأَمْوَالِ وَالأَبْدَانِ، وَسَبَبًا لِنَيْلِ الرَّحْمَةِ وَالرِضْوَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْكَرِيْمُ المَنَّانُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَجْوَدُ النَّاسِ بِالْخَيْرِ وَأَعْظَمُهُمْ جُوْدًا فِي كُلِّ أَنٍ وَزَمَانٍ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَنْفَقُوا أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيْلِ اللهِ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِهِ وَرَجَاءَ غُفْرَانِهِ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang tidak hanya diwujudkan melalui ibadah lisan dan anggota badan, tetapi juga diuji melalui keikhlasan kita dalam melepaskan sebagian harta yang kita cintai demi mengharap keridhaan-Nya.
Harta benda yang ada di genggaman kita hari ini pada hakikatnya adalah titipan dari Allah SWT. Ia bisa menjadi sarana penolong yang mengangkat derajat kita di surga, atau justru menjadi beban hisab yang amat berat jika kita genggam erat dengan kesombongan dan kekikiran.
Salah satu bukti paling nyata dari kejujuran iman seorang Muslim adalah kesediaannya untuk menunaikan sedekah di jalan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Ash-Shadaqatu burhān" (Sedekah itu adalah bukti/petunjuk kebenaran iman).
Jamaah yang berbahagia,
Mengapa Islam sangat menekankan ibadah sedekah? Apa sajakah keutamaan dan janji Allah bagi orang-orang yang gemar berbagi di jalan-Nya?
Pertama, Sedekah Melipatgandakan Keberkahan Harta
Secara perhitungan matematika manusia, memberi berarti mengurangi. Namun di dalam hukum Allah, sedekah justru melipatgandakan dan menyucikan harta. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 yang dibacakan tadi, Allah mengibaratkan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada tiap-tiap bulir ada seratus biji.
Rasulullah SAW juga memberikan jaminan tegas dalam hadits riwayat Imam Muslim:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
Artinya: "Sedekah itu tidak akan mengurangi harta."
Harta yang disedekahkan mungkin berkurang secara nominal, tetapi Allah menggantinya dengan bentuk yang jauh lebih bernilai: kesehatan yang terjaga, keberkahan usaha, kedamaian dalam keluarga, serta terhindar dari berbagai musibah dan penyakit.
Kedua, Sedekah Menghapus Dosa dan Memadamkan Murka Allah
Sebagaimana air yang sanggup memadamkan kobaran api, demikian pulalah sedekah mampu menghapuskan kesalahan dan dosa-dosa kecil yang kita lakukan sehari-hari. Rasulullah SAW bersabda:
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ
Artinya: "Dan sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi).
Tidak hanya itu, sedekah yang dilakukan secara ikhlas, terutama yang disalurkan secara sembunyi-sembunyi mampu memadamkan murka Allah dan menjadi pelindung bagi hamba-Nya dari kematian yang buruk (su'ul khatimah).
Ketiga, Sedekah Menjadi Naungan yang Menyelamatkan di Hari Kiamat
Di padang mahsyar kelak, ketika matahari didekatkan sejengkal di atas kepala dan setiap manusia tenggelam dalam keringatnya sendiri, orang-orang yang gemar bersedekah akan mendapat perlindungan istimewa. Rasulullah SAW bersabda: "Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya hingga perkara di antara manusia diputuskan." (HR. Ahmad).
Keempat, Menjadi Penyesalan Terbesar Ahli Kubur
Pernahkah kita mentadabburi Al-Qur'an tentang apa yang paling diinginkan oleh seseorang yang telah wafat jika diberi kesempatan hidup kembali ke dunia walau sekejap? Mereka tidak meminta untuk kembali shalat, berpuasa, atau berdagang, melainkan mereka memohon agar diperbolehkan bersedekah. Allah menggambarkan penyesalan ini dalam Surah Al-Munafiqun ayat 10:
رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ
Artinya: "Ya Tuhanku, sekiranya Engkau menangguhkan (kematian)-ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang shaleh."
Para ulama menjelaskan, ahli kubur menyebutkan ibadah sedekah secara khusus karena mereka telah melihat secara langsung betapa dahsyatnya pahala dan ganjaran sedekah di alam barzakh.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Sedekah tidak pernah menuntut kita untuk menjadi kaya raya terlebih dahulu. Sedekah adalah tentang kerelaan hati, bukan besarnya nominal. Orang yang berpenghasilan pas-pasan namun mau menyisihkan selembar uang untuk fakir miskin atau kotak infaq masjid dengan penuh keikhlasan, bisa jadi nilai pahalanya lebih besar di sisi Allah dibanding jutaan rupiah dari orang kaya yang bersedekah dengan risih atau pamer.
Mari kita biasakan diri dan keluarga kita untuk bersedekah secara konsisten. Sisihkan rezeki kita untuk mendukung anak-anak yatim, membantu kaum dhuafa, menopang pendidikan Al-Qur'an, serta mengalirkan dana melalui lembaga-lembaga pengelolaan ZISWAF yang amanah dan transparan.
Ingatlah, harta yang sejati bukanlah apa yang kita makan hingga menjadi kotoran, bukan pula pakaian mewah yang akhirnya lapuk, melainkan harta yang telah kita sedekahkan di jalan Allah, karena itulah yang akan tetap utuh menjadi simpanan abadi kita di akhirat.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.
—---
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Sebagai penutup khutbah pada siang hari yang mulia ini, marilah kita melatih jiwa kita agar terbebas dari sifat kikir dan takut miskin. Jangan menunggu waktu lapang untuk bersedekah, melainkan bersedekahlah agar Allah melapangkan rezeki kita. Didiklah anak-cucu kita sejak dini untuk terbiasا memasukkan infaq ke kotak masjid dan mengulurkan bantuan kepada sesama yang membutuhkan.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ... يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
Ya Allah, bukakanlah pintu-pintu keberkahan rezeki-Mu bagi kami. Bersihkanlah harta dan jiwa kami dari sifat kikir, sombong, dan tamak terhadap dunia. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang gemar menafkahkan harta di jalan-Mu, baik di waktu lapang maupun sempit. Ya Allah, jadikanlah setiap rupiah yang kami sedekahkan sebagai penghapus dosa-dosa kami, pelindung dari bencana dunia, dan naungan bagi kami di hari kiamat kelak. Berikanlah kesehatan bagi keluarga kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan husnul khatimah.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Penulis: Akbar Trio Mashuri (LAZIS Nurul Falah)