Lazis Nurul Falah
gradient

Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Sebagai Wujud Cinta Kasih

Keislaman • 231x •
image

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَاحِبُ الْخُلُقِ الْكَرِيْمِ وَالْمَبْعُوثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ تَمَسَّكُوا بِسُنَّتِهِ وَسَارُوا عَلَى هَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang tidak hanya berwujud dalam ibadah ritual, melainkan terpancar dalam perilaku nyata yang dihiasi akhlak karimah dalam kehidupan bermasyarakat.

Setiap orang yang beriman pasti menyatakan cintanya kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Namun, cinta kepada Rasulullah bukanlah sekadar ungkapan di lisan atau peringatan seremonial semata. Cinta yang hakiki menuntut bukti nyata melalui kesediaan kita untuk meneladani akhlak beliau.

Misi utama diutusnya Rasulullah SAW ke muka bumi ini ditegaskan langsung oleh beliau dalam hadits riwayat Imam Malik dan Ahmad:

إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kesalehan akhlak."

Akhlak Nabi Muhammad SAW adalah cerminan hidup dari nilai-nilai Al-Qur'an. Ketika Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha ditanya mengenai bagaimana akhlak beliau, beliau menjawab singkat namun padat: "Kāna khuluquhul Qur'ān" (Akhlak beliau adalah Al-Qur'an).

Jamaah yang berbahagia,

Bagaimana wujud cinta kasih Rasulullah SAW yang harus kita teladani dalam kehidupan sehari-hari?

Pertama, Kasih Sayang dan Kelembutan dalam Keluarga.

Rasulullah SAW adalah sosok kepala keluarga yang penuh kehangatan. Beliau tidak pernah bersikap kasar atau merendahkan keluarganya. Beliau membantu pekerjaan rumah tangga, mendengarkan keluh kesah istri-istrinya, dan memeluk anak cucunya dengan penuh kasih sayang. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat At-Tirmidzi:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku."

Meneladani beliau berarti memperlakukan istri, anak, dan orang tua kita dengan tutur kata yang santun dan perlakuan yang memuliakan.

Kedua, Kejujuran dan Integritas dalam Muamalah.

Sebelum diangkat menjadi rasul, beliau telah bergelar Al-Amin (orang yang terpercaya) karena integritasnya dalam berdagang dan bergaul. Di era sekarang, meneladani akhlak Nabi berarti menjaga kejujuran di tempat kerja, tidak memakan hak orang lain, menjauhi korupsi, serta tidak menyebarkan fitnah dan hoaks di media sosial demi keuntungan pribadi.

Ketiga, Kepedulian Sosial dan Kedermawanan.

Cinta kasih Rasulullah SAW sangat nyata dirasakan oleh kaum dhuafa, fakir miskin, dan anak yatim. Tangan beliau senantiasa berada di atas untuk memberi. Beliau mendidik kita bahwa keimanan seseorang tidak akan sempurna jika perutnya kenyang sementara tetangganya kelaparan. Meneladani kedermawanan Nabi dapat kita wujudkan dengan rutin menunaikan zakat, mengalirkan infaq, dan bersedekah melalui lembaga-lembaga yang terpercaya guna membantu mengangkat derajat saudara-saudara kita yang kesulitan.

Keempat, Sikap Pemaaf dan Menolak Kebencian. Ketika Rasulullah SAW dizalimi, dihina, dan disakiti di Thaif maupun di Makkah, beliau tidak membalas dengan dendam atau kutukan. Beliau memilih memaafkan dan mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang memusuhinya. Inilah puncak kemuliaan akhlak: membalas keburukan dengan kebaikan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Meneladani akhlak Rasulullah SAW adalah jalan utama untuk meraih kedudukan tertinggi di akhirat kelak. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

Artinya: "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Tirmidzi).

Mari kita jadikan figur Nabi Muhammad SAW sebagai kompas moral dalam setiap langkah hidup kita. Jadilah pribadi yang membawa kedamaian, berakhlak mulia kepada sesama, dan senantiasa menebarkan rahmat bagi lingkungan sekitar.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.

---

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup khutbah di siang hari yang penuh berkah ini, marilah kita senantiasa memohon pertolongan kepada Allah agar mampu menghiasi diri kita dengan akhlak nabawi. Jadikan lisan kita pembawa ketenangan, jadikan tindakan kita sebagai solusi bagi sesama, dan basahilah hari-hari kita dengan shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ... يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, hiasilah jiwa kami dengan indahnya akhlak Baginda Nabi Muhammad SAW. Penuhilah hati kami dengan rasa kasih sayang, keikhlasan, dan kesabaran. Bersihkanlah diri kami dari sifat sombong, dengki, fitnah, dan kikir. Ya Allah, mudahkanlah rezeki kami agar kami dapat terus berbagi kebaikan, menyantuni anak yatim, dan meringankan beban kaum dhuafa. Kumpulkanlah kami beserta seluruh keluarga kami kelak di dalam surga-Mu yang abadi bersama Rasulullah SAW.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Penulis: Akbar Trio Mashuri (LAZIS Nurul Falah)