KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي وَصَفَ عِبَادَهُ الْمُؤْمِنِيْنَ بِأُولِي الْأَلْبَابِ، وَجَعَلَ الْإِنْفَاقَ وَالْبَذْلَ مِنْ شِيَمِ أَهْلِ التَّقْوَى وَالثَّوَابِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْعَزِيْزُ الْوَهَّابُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الْمَبْعُوْثُ بِالْهُدَى وَالْكِتَابِ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ أَنْفَقُوا أَمْوَالَهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً لِقُرْبَةِ رَبِّ الْأَرْبَابِ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ. الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Ketakwaan yang tidak hanya mengasah kesalehan ritual kita secara vertikal kepada Allah, tetapi juga ketakwaan yang membuahkan kesalehan sosial secara horizontal kepada sesama makhluk hidup.
Al-Qur'an sering kali menyebut sebuah istilah yang sangat mulia untuk menggambarkan generasi ideal, yaitu Ulul Albab. Secara bahasa, Ulul Albab berarti orang-orang yang memiliki akal murni, mendalam, dan mampu melihat hakikat di balik setiap fenomena. Mereka bukan sekadar orang yang cerdas secara intelektual, melainkan manusia yang mampu mengintegrasikan ketajaman berpikir dengan keteguhan dzikir.
Namun, ada satu karakteristik penting dari kelompok Ulul Albab yang sering kali luput dari pembahasan kita, yaitu gemar berbagi. Kecerdasan yang mereka miliki tidak membuat mereka egois, melainkan melahirkan empati sosial yang tinggi untuk menolong sesama.
Jamaah yang berbahagia,
Bagaimana Al-Qur'an dan Sunnah menggambarkan hubungan antara karakter Ulul Albab dengan sikap gemar berbagi?
Pertama, Mengerti Hakikat Titipan Harta.
Seorang Ulul Albab memiliki pandangan yang jernih tentang dunia. Melalui akalnya, mereka sadar bahwa harta yang ada di tangan mereka sejatinya hanyalah titipan sementara. Mereka memahami bahwa menumpuk harta tanpa menunaikan hak orang lain adalah sebuah kesia-siaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 22 mengenai ciri-ciri Ulul Albab:
وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
Artinya: "...dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)."
Kecerdasan mereka menuntun pada kesimpulan bahwa cara terbaik untuk "mengamankan" kekayaan adalah dengan menyedekahkannya di jalan Allah SWT.
Kedua, Berbagi sebagai Bentuk Syukur atas Ilmu.
Karakter Ulul Albab sangat lekat dengan ilmu pengetahuan. Bagi mereka, berbagi tidak hanya terbatas pada harta, tetapi juga berbagi ilmu, tenaga, dan pemikiran yang bermanfaat. Mereka tidak menggunakan kecerdasan untuk mengelabui atau membodohi orang lain, melainkan untuk memberdayakan masyarakat. Rasulullah SAW mengingatkan pentingnya kepedulian sosial ini dalam sebuah hadits:
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Artinya: "Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya." (HR. Muslim).
Generasi Ulul Albab adalah mereka yang menggunakan ilmunya untuk menciptakan solusi bagi kemiskinan, membangun lembaga-lembaga filantropi, serta mengoptimalkan pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah agar mampu mengubah kehidupan para mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat).
Ketiga, Memiliki Visi Masa Depan yang Jauh (Akhirat).
Orang yang bodoh adalah orang yang hanya memikirkan hari ini dan melupakan hari esok. Sebaliknya, Ulul Albab adalah orang yang visioner. Ketika mereka mendengarkan ayat-ayat Allah, mereka sadar bahwa dunia ini adalah ladang tempat menanam, dan akhirat adalah tempat memanen. Ketajaman analisis mereka melahirkan kesadaran bahwa sedekah yang dikeluarkan dengan ikhlas adalah satu-satunya investasi yang tidak akan pernah mengalami kerugian.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Di era modern saat ini, kita sangat membutuhkan kehadiran karakter Ulul Albab di tengah-tengah umat. Kita membutuhkan generasi cerdas yang tidak abai terhadap jeritan fakir miskin di sekitarnya. Kita membutuhkan para profesional, pengusaha, dan intelektual Muslim yang menempatkan rasa kemanusiaan dan kedermawanan di atas kepentingan ego pribadi.
Mari kita latih diri dan keluarga kita untuk memiliki karakter mulia ini. Mulailah dari hal kecil; sisihkan sebagian rezeki kita secara konsisten, biasakan tangan kita berada di atas untuk memberi, dan gunakan potensi akal serta materi yang Allah titipkan untuk membawa kemaslahatan bagi umat. Semoga Allah SWT menggolongkan kita semua ke dalam kelompok Ulul Albab yang senantiasa berdzikir, berpikir, dan gemar berbagi demi meraih keridhaan-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Sebagai penutup khutbah Jumat ini, mari kita bulatkan tekad untuk terus mengasah kecerdasan spiritual dan sosial kita. Jangan biarkan banjir informasi duniawi melalaikan visi akhirat kita. Salurkanlah kepedulian kita secara terarah melalui zakat dan sedekah yang dikelola secara amanah, karena itulah ciri nyata dari hamba-hamba Allah yang berakal budi mulia.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ... يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
Ya Allah, jadikanlah kami, keluarga kami, dan keturunan kami sebagai bagian dari hamba-hamba-Mu yang menyandang predikat Ulul Albab. Hiasilah hati kami dengan kebiasaan berdzikir dan tajamkanlah akal kami untuk senantiasa bertadabbur atas kuasa-Mu. Lembutkanlah jiwa kami agar senantiasa ringan untuk berbagi, bersedekah, dan menolong sesama yang kesulitan. Berkahilah rezeki kami, ampunilah dosa-dosa kami, dan wafatkanlah kami semua dalam keadaan husnul khatimah.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Penulis: Akbar Trio Mashuri (LAZIS Nurul Falah)