Lazis Nurul Falah
gradient

Memaksimalkan Sedekah di Bulan Muharram

Edukasi • 240x •
image

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرَ الْمُحَرَّمِ مَوْسِمًا لِلْخَيْرَاتِ، وَسَبِيْلًا لِمَضَاعَفَةِ الْحَسَنَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْبَارُّ الرَّحِيْمُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، النَّبِيُّ الْمُصْطَفَى الْكَرِيْمُ، الَّذِي كَانَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْفَضْلِ وَالتَّكْرِيْمِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ سَارَعُوْا إِلَى الصَّدَقَاتِ وَالْمَبَرَّاتِ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَدْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ketakwaan yang melahirkan kepekaan sosial, yang membuat kita tidak menutup mata dan telinga saat ada saudara kita yang membutuhkan uluran tangan bantuan.

Pergantian tahun baru Islam membawa kita memasuki bulan Muharram, salah satu dari empat bulan suci yang diagungkan oleh Allah SWT (Asyhurul Hurum). Rasulullah SAW menyebut bulan ini dengan kemuliaan yang sangat tinggi, yaitu Syarullah, Bulan Allah. Di bulan yang istimewa ini, pintu-pintu rahmat dibuka lebar, dan setiap amal shalih dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, salah satu cara terbaik untuk mengisi momentum pergantian tahun dan memuliakan bulan suci ini adalah dengan memaksimalkan sedekah. Sedekah di bulan Muharram bukan hanya sebuah anjuran, melainkan jalan pintas untuk membersihkan dosa-dosa masa lalu dan menanam investasi abadi untuk akhirat kita.

Jamaah yang berbahagia,

Mengapa kita harus memaksimalkan sedekah di bulan Muharram ini?

Pertama, Sedekah adalah Penolong di Hari Pembalasan.

Waktu terus berjalan dan umur kita terus berkurang. Harta yang kita kumpulkan di dunia, kelak tidak akan bisa menyelamatkan kita dari hisab Allah, kecuali harta yang telah kita titipkan di jalan kebaikan. Allah SWT mengingatkan kita dalam Surah Al-Baqarah ayat 254:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat."

Memaksimalkan sedekah di awal tahun baru Islam ini adalah cara kita mengamankan aset sejati yang pahalanya akan terus mengalir, bahkan ketika tubuh kita sudah berkalang tanah.

Kedua, Sedekah Menghapus Dosa dan Memadamkan Kemurkaan Allah.

Selama setahun yang lalu, tentu tidak luput dari khilaf, dosa lisan, maksiat mata, maupun dosa-dosa hati. Sedekah yang kita keluarkan dengan ikhlas di bulan suci Muharram ini memiliki keutamaan luar biasa untuk menghapus catatan buruk tersebut. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi:

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

Artinya: "Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api."

Bulan Muharram adalah waktu terbaik untuk memadamkan dosa-dosa masa lalu dengan aliran sedekah yang tulus membantu sesama hamba Allah yang sedang kesulitan.

Ketiga, Menghadirkan Kebahagiaan bagi Kaum Dhuafa dan Anak Yatim.

Bulan Muharram sangat identik dengan bulan kepedulian terhadap anak yatim dan fakir miskin. Rasulullah SAW mendidik kita untuk melapangkan nafkah dan berbagi kebahagiaan kepada mereka yang kekurangan. Melalui sedekah yang dikelola secara amanah, kita bisa membantu memberikan beasiswa pendidikan anak yatim, modal usaha bagi pedagang kecil, atau makanan bagi mereka yang kelaparan. Rasulullah SAW menjanjikan kedekatan luar biasa di surga bagi orang-orang yang peduli pada nasib anak yatim:

أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى

Artinya: "Aku dan orang yang mengasuh atau menyantuni anak yatim di surga seperti ini," lalu beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Jangan pernah takut miskin karena bersedekah. Ketakutan akan kemiskinan adalah bisikan setan, sedangkan janji kecukupan dan keberkahan adalah janji pasti dari Allah SWT. Harta yang kita sedekahkan sejatinya tidak pernah berkurang, melainkan bertambah secara nilai keberkahan di dunia, dan berlipat ganda nilainya di sisi Allah SWT.

Mari kita manfaatkan hari-hari mulia di bulan Muharram ini. Periksa sekeliling kita, sisihkan sebagian rezeki kita secara maksimal. Jadikan awal tahun baru Islam ini sebagai momentum hijrah finansial kita; dari pribadi yang kikir menjadi pribadi yang dermawan, yang tangannya selalu di atas untuk menolong agama Allah dan membantu sesama.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.


KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup khutbah pada siang hari yang penuh berkah ini, mari kita bulatkan niat dan tekad di dalam hati. Jangan biarkan bulan Muharram ini berlalu tanpa ada jejak sedekah terbaik yang kita persembahkan. Salurkanlah sedekah, infaq, maupun zakat kita melalui lembaga-lembaga yang amanah dan profesional agar manfaatnya bisa lebih luas, mengalir abadi, dan mampu memberdayakan ekonomi umat yang sedang kesusahan. Gunakan sisa umur kita untuk menjadi jalan kebaikan bagi orang lain.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ... يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, bimbinglah hati kami agar selalu rindu untuk bersedekah dan berbagi di jalan-Mu. Berkahilah rezeki yang Engkau titipkan kepada kami, bersihkanlah harta kami dari yang syubhat dan haram. Ya Allah, jadikanlah awal tahun ini sebagai momentum kebangkitan iman dan kepedulian sosial kami. Angkatlah kesulitan dari saudara-saudara kami yang sedang kesusahan, muliakanlah dan cukupkanlah anak-anak yatim kami, serta jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang istiqamah hingga maut menjemput dalam keadaan husnul khatimah.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.