Lazis Nurul Falah
gradient

Khutbah Jumat: Memanfaatkan Waktu Untuk Berbuat Kebaikan

Edukasi • 994x •
image

[Khutbah Pertama]

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْبَرَكَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، خَالِقُ الزَّمَانِ وَالْمَكَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَيْرُ مَنْ أَسْلَمَ وَأَحْسَنَ الْقَوْلَ وَالْعَمَلَ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ كَانُوا يُسَارِعُوْنَ فِي الْخَيْرَاتِ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِيْنَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Salah satu wujud takwa yang paling nyata adalah bagaimana seorang hamba menghargai setiap detik waktu yang diberikan Allah kepadanya untuk menabung amal kebaikan.

Allah SWT seringkali bersumpah di dalam Al-Qur'an menggunakan waktu, Demi Waktu Fajar, Demi Waktu Dhuha, Demi Waktu Malam, ini menunjukkan bahwa waktu adalah aset paling berharga bagi manusia. Namun sayang, banyak manusia yang tertipu dan lalai. Rasulullah SAW bersabda:

"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu padanya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari).

Waktu memiliki sifat yang unik: ia tidak bisa diulang, tidak bisa dipercepat, dan tidak bisa dibeli dengan harta sebanyak apa pun. Sekali ia berlalu, ia pergi selamanya membawa catatan amal kita.

Jamaah yang berbahagia,

Mari kita meneladani kehidupan Baginda Nabi Muhammad SAW dalam memanfaatkan waktu. Rasulullah adalah pribadi yang paling sibuk, namun paling banyak berbuat kebaikan. Beliau membagi waktunya dengan sangat rapi: waktu untuk beribadah kepada Allah, waktu untuk melayani keluarga, dan waktu untuk mengurus kepentingan umat serta dakwah.

Ada sebuah kisah keteladanan dari Nabi SAW saat beliau sedang beristirahat. Meskipun dalam kondisi lelah, jika datang seseorang yang membutuhkan bantuan, beliau segera bangkit tanpa menunda. Beliau bersabda:

"Gunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu." (HR. Al-Hakim).

Prinsip Rasulullah adalah "Jangan menunda kebaikan sampai esok hari". Karena esok hari bukanlah milik kita, dan kita tidak pernah tahu apakah nafas ini masih akan berhembus ketika matahari terbit besok pagi.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Berbuat kebaikan dalam waktu yang kita miliki tidak selalu harus berupa amal yang besar. Tersenyum kepada saudara, membuang duri di jalanan, mengucapkan kalimat yang baik, atau sekadar menahan diri dari membicarakan keburukan orang lain adalah cara-cara mulia memanfaatkan waktu.

Bagi kita yang bekerja, waktu di kantor adalah ladang kebaikan jika dijalankan dengan amanah. Bagi kita yang memiliki keluarga, waktu bersama anak dan istri adalah investasi akhirat jika dijalankan dengan penuh kasih sayang.

Ingatlah, setiap detik yang kita habiskan tanpa manfaat hanya akan membuahkan penyesalan di hari kiamat. Mari kita jadikan setiap tarikan nafas kita sebagai langkah menuju rida-Nya. Jangan biarkan waktu kita habis hanya untuk hal-hal yang sia-sia, apalagi hal yang mendatangkan dosa.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.

--

[Khutbah Kedua]

الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup, marilah kita bermuhasabah. Hari ini kita masih diberikan waktu hidup, itu artinya Allah masih memberikan kita kesempatan untuk bertaubat dan menambah bekal. Jangan biarkan matahari hari ini tenggelam kecuali kita telah melakukan satu atau lebih kebaikan yang tulus karena Allah.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ... يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, jadikanlah hari-hari kami penuh dengan ketaatan kepada-Mu. Berkatilah waktu kami agar tidak terbuang sia-sia. Gerakkanlah hati dan raga kami untuk selalu berbuat kebaikan kepada sesama hamba-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah, dalam keadaan sedang melakukan amal yang Engkau ridai.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Penulis: Akbar Trio Mashuri (LAZIS Nurul Falah)