Lazis Nurul Falah
gradient

Jadikan Al-Qur'an sebagai Teman Sebaik-Baik Duduk

Edukasi •
image

Di tengah riuh rendah kesibukan dunia modern, manusia sering kali merasa kesepian meski berada di tengah keramaian. Gadget, hiburan, dan berbagai distraksi digital kerap dijadikan teman setia untuk mengisi waktu luang.

Padahal, ada satu sahabat sejati yang tidak pernah mengecewakan, selalu memberikan ketenangan, dan menjadi penolong di alam kubur kelak. Sahabat mulia itu adalah Al-Qur'an pedoman hidup yang selayaknya kita jadikan teman sebaik-baik duduk di setiap waktu.

Al-Qur'an sebagai Sahabat Setia di Segala Kondisi

Al-Qur'an bukanlah sekadar kitab suci yang dibiarkan berdebu di rak buku atau hanya dibaca saat bulan Ramadhan tiba. Kalam Ilahi ini diturunkan sebagai syifa (obat) bagi hati yang gundah dan cahaya yang menuntun langkah manusia keluar dari kegelapan menuju jalan keselamatan.

Menjadikan Al-Qur'an sebagai teman duduk berarti meluangkan waktu khusus setiap hari untuk membaca, merenungkan makna, dan mengamalkan pesan-pesannya. Orang yang akrab dengan Al-Qur'an tidak akan pernah merasa hampa, karena ia selalu berdialog dengan Sang Pencipta melalui ayat-ayat-Nya.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: اقْرَؤُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِصَحَابِهِ

Artinya: "Dari Abu Umamah Al-Bahili, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para sahabatnya (orang yang akrab membacanya).'" (HR. Muslim no. 804)

Hadis sahih ini memberikan jaminan istimewa bagi para pembaca dan pencinta Al-Qur'an. Kelak di hari ketika tidak ada lagi penolong selain amal saleh, Al-Qur'an akan hadir membela dan memberikan syafaat bagi orang-orang yang semasa hidupnya akrab menjadikannya teman setia.

Ketenangan Hati yang Hakiki Bersama Kalam Ilahi

Kecemasan, stres, dan overthinking kerap melanda jiwa-jiwa yang jauh dari petunjuk agama. Manusia berlomba-lomba mencari ketenangan melalui hiburan duniawi yang sifatnya hanya sementara dan semu.

Ketenangan batin yang sejati hanya bisa diraih dengan mengingat Allah Swt., dan di antara zikir yang paling agung adalah membaca serta mentadaburi ayat-ayat suci Al-Qur'an.

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبُ

Artinya: "1.(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

Membaca Al-Qur'an dengan tartil dan penuh penghayatan mengalirkan energi positif yang menenangkan detak jantung serta menjernihkan pikiran. Hati yang tadinya gelisah seketika merasa sejuk oleh asupan rohani yang murni.

Menghidupkan Rumah dengan Bacaan Al-Qur'an

Rumah yang sepi dari bacaan Al-Qur'an diibaratkan oleh Rasulullah saw. seperti kuburan yang sunyi dan hampa. Menjadikan Al-Qur'an sebagai teman duduk juga berarti menghidupkan suasana rumah tangga dengan lantunan ayat-ayat suci yang dibaca oleh orang tua dan anak-anak.

Keberkahan bacaan Al-Qur'an akan mengusir energi negatif, mendatangkan para malaikat rahmat, serta melapangkan rezeki bagi para penghuninya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تجعلوا بُيوتَكُمْ مقابرَ، إنَّ الشَّيطانَ ينفرُ مِنَ البيتِ الَّذي تُقرأُ فيهِ سورةُ البقرةِ

Artinya: "Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Janganlah kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah.'" (HR. Muslim no. 780)

Petunjuk nabawi ini memotivasi kita untuk menjadikan interaksi dengan Al-Qur'an sebagai rutinitas harian yang tidak boleh ditinggalkan, sekecil apa pun porsinya.

Menemani Waktu dengan Al-Qur'an dan Berbagi Kebaikan

Waktu luang adalah nikmat besar yang sering dilalaikan manusia. Mengganti kebiasaan duduk berlama-lama melamun atau memegang gawai tanpa arah dengan membaca Al-Qur'an adalah langkah awal menuju transformasi diri yang lebih berkah.

Sempurnakan kedekatan kita dengan Al-Qur'an dengan cara mengamalkan nilai-nilainya, di antaranya dengan memperbanyak infak dan sedekah untuk mendukung syiar Islam serta pendidikan Al-Qur'an bagi kaum dhuafa.

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Artinya: "Dan apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik." (QS. Saba': 39)

Mari jadikan Al-Qur'an sebagai teman sebaik-baik duduk di setiap kesempatan. Salurkan pula sedekah dan kepedulianmu melalui LAZIS Nurul Falah untuk mendukung gerakan dakwah, pemberantasan buta aksara Al-Qur'an, dan pembinaan umat agar keberkahan senantiasa menaungi langkah kita.