KHUTBAH PERTAMA
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ الْقُرْبَانَ شَعِيْرَةً مِنْ شَعَائِرِ التَّقْوَى، وَسَبِيْلًا لِنَيْلِ الرِّضَا وَالزُّلْفَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، خَيْرُ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَى رَبِّهِ بِالذَّبْحِ وَالنَّحْرِ وَالصَّلَاةِ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ بَذَلُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهِمْ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللهِ.
فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, teladan sejati dalam pengabdian kepada Sang Pencipta.
Setiap manusia yang beriman pasti mendambakan satu hal dalam hidupnya: yaitu Ridha Allah SWT. Jika Allah sudah rida, maka beban dunia akan terasa ringan, dan pintu surga akan terbuka lebar. Salah satu jalan paling utama untuk mengetuk pintu rida-Nya, terutama di bulan Dzulhijjah ini adalah melalui ibadah kurban.
Ibadah kurban secara harfiah berasal dari kata Qaruba-Yaqrubu-Qurbanan yang berarti "mendekatkan diri". Maka, setiap tetes darah hewan yang kita sembelih bukan sekadar ritual budaya, melainkan sebuah pernyataan cinta seorang hamba untuk mendekat sedekat-dekatnya kepada keridhaan Allah SWT.
Jamaah yang berbahagia,
Mengapa kurban menjadi jalan pencarian rida Allah yang begitu besar?
Pertama, Kurban adalah Bentuk Penyerahan Diri Total.
Kita belajar dari Nabi Ibrahim AS. Beliau tidak mencari pujian manusia saat bersiap menyembelih Ismail. Beliau hanya mencari satu hal: Rida Allah. Ketika kita mengeluarkan harta untuk membeli hewan kurban, sesungguhnya kita sedang berkata: "Ya Allah, harta ini adalah milik-Mu, dan aku kembalikan sebagian kecilnya untuk-Mu demi mendapatkan rida-Mu." Harta yang kita lepaskan demi keridhaan Allah tidak akan pernah membuat kita miskin, justru ia akan menjadi penolong kita saat semua harta dunia tak lagi berguna.
Kedua, Kurban adalah Bukti Kesalehan Sosial.
Allah tidak memakan daging kurban, namun hamba-hamba-Nya yang lapar sangat membutuhkannya. Mencari rida Allah tidak bisa dilepaskan dari cara kita memperlakukan sesama manusia. Saat sepotong daging kurban sampai ke tangan fakir miskin dan membuat mereka tersenyum serta mendoakan kebaikan bagi kita, saat itulah rida Allah turun menaungi kehidupan kita. Kurban adalah sedekah terbesar di hari-hari mulia ini.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Ketahuilah bahwa rida Allah dalam ibadah kurban hanya akan didapatkan oleh mereka yang menjaga keikhlasan. Allah SWT berfirman: "Daging kurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan kamulah yang dapat mencapainya." (QS. Al-Hajj: 37).
Jangan sampai ibadah yang mulia ini rusak karena penyakit riya' (ingin dilihat) atau sum'ah (ingin didengar). Pilihlah hewan kurban yang terbaik menurut kemampuan kita sebagai tanda hormat kita kepada Allah. Jangan memberikan yang paling kurus atau yang paling murah jika kita sebenarnya mampu membeli yang lebih baik. Sebab, keridhaan Allah sebanding dengan kesungguhan dan pengorbanan yang kita berikan.
Mari kita manfaatkan kesempatan tahun ini. Jika Allah telah memberi rezeki lebih, janganlah kikir. Kurban adalah investasi langit yang rida-Nya akan kita rasakan bukan hanya di akhirat, tapi juga berupa ketenangan jiwa di dunia. Semoga Allah menerima niat kurban kita dan menggolongkan kita sebagai hamba yang meraih rida-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Marilah kita akhiri khutbah ini dengan kesadaran penuh bahwa setiap kurban yang kita tunaikan adalah tiket menuju keridhaan-Nya. Mari kita saling mendoakan agar setiap keluarga di antara kita diberikan kemampuan dan kelapangan hati untuk bisa berkurban tahun ini.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ... يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
Ya Allah, jadikanlah ibadah kurban kami murni hanya untuk mengharap keridhaan-Mu. Bersihkanlah hati kami dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Ya Allah, mudahkanlah rezeki kami agar kami dapat terus berbagi kebahagiaan dengan sesama. Terimalah kurban kami sebagai saksi ketakwaan kami di hari kiamat kelak. Jadikanlah negeri kami negeri yang penuh berkah dan rahmat-Mu.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Penulis : Akbar Trio Mashuri (LAZIS Nurul Falah)