Lazis Nurul Falah
gradient

Bahagia Bersama Al-Qur'an

Keislaman • 193x •
image

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْقُرْآنَ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، وَجَعَلَهُ شِفَاءً لِمَا فِي الصُّدُورِ وَرَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، الْعَظِيْمُ السُّلْطَانِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، المَبْعُوثُ بِالْقُرْآنِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ تَلَوُا الكِتَابَ حَقَّ تِلَاوَتِهِ وَسَارُوا عَلَى نَهْجِهِ فِي كُلِّ زَمَانٍ.

فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Ketakwaan yang memandu jiwa kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, serta melandasi setiap langkah hidup kita dengan petunjuk yang terdapat di dalam Kitab Suci Al-Qur'an.

Di era modern saat ini, banyak manusia yang berlari mengejar kebahagiaan. Mereka mencarinya dalam tumpukan harta, kemewahan jabatan, hingga popularitas di dunia maya. Namun, tidak sedikit dari mereka yang tetap merasa hampa, gelisah, dan cemas. Mengapa demikian? Karena mereka mencari kebahagiaan di tempat yang salah.

Kebahagiaan yang sejati yang memberikan ketenangan batin yang abadi—hanya dapat ditemukan ketika seorang hamba memiliki hubungan yang erat dengan kalam Rabb-nya. Bahagia bersama Al-Qur'an bukanlah kebahagiaan semu, melainkan kebahagiaan hakiki yang dianugerahkan oleh Allah SWT ke dalam dada orang-orang yang beriman.

Jamaah yang berbahagia,

Mengapa Al-Qur'an menjadi sumber kebahagiaan sejati bagi seorang mukmin?

Pertama, Al-Qur'an adalah Obat Penawar Jiwa (Syifa').

Hati manusia sering kali terjangkit penyakit: kecemasan akan masa depan, kesedihan atas masa lalu, kesombongan, hingga rasa iri hati. Al-Qur'an hadir sebagai penawar yang menyembuhkan dahaga dan luka batin tersebut. Allah SWT berfirman dalam Surah Yunus ayat 57:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Ketika lisan kita basah melantunkan ayat-ayat-Nya dan hati kita mentadabburi maknanya, ketenangan akan mengalir menggantikan rasa gelisah yang menindih dada.

Kedua, Berinteraksi dengan Al-Qur'an Mendatangkan Ketenangan dan Rahmat.

Orang yang membiasakan dirinya hidup bersama Al-Qur'an, baik membaca, menghafal, maupun mengamalkannya akan senantiasa dinaungi oleh para malaikat dan dicurahi ketenangan jiwa (sakinah). Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan, mereka diliputi oleh rahmat, dinaungi oleh para malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya."

Ketiga, Al-Qur'an Menjadi Pembela dan Penolong di Hari Kiamat.

Kebahagiaan bersama Al-Qur'an tidak berhenti di dunia saja, melainkan berlanjut hingga ke alam kubur dan padang mahsyar. Di saat manusia kebingungan mencari pertolongan pada hari kiamat, Al-Qur'an akan datang sebagai syafaat yang membela para pembaca setianya. Rasulullah SAW bersabda:

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Artinya: "Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi orang-orang yang rajin membacanya." (HR. Muslim).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Maka, bagaimana cara kita merengkuh kebahagiaan bersama Al-Qur'an di kehidupan sehari-hari?

  1. Sediakan waktu khusus setiap hari, jangan tunggu waktu luang. Jadikan membaca Al-Qur'an sebagai kebutuhan utama sebagaimana kita membutuhkan makanan dan minuman.
  2. Berusahalah untuk memahami maknanya melalui tadabbur dan menghadiri majelis-majelis ilmu/tafsir.
  3. Amalkan hukum dan akhlaknya dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, serta muamalah sosial kita.

Mari kita jadikan rumah-rumah kita cerah dengan cahaya Al-Qur'an. Bimbing anak-anak dan keluarga kita agar mencintai Al-Qur'an sejak dini. Semoga Allah SWT menjadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hati kita, penghilang duka kita, dan penuntun langkah kita menuju surga-Nya.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.


KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ... فَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup khutbah di siang hari yang penuh berkah ini, marilah kita senantiasa berdoa agar Allah SWT tidak menjauhkan hati kita dari Al-Qur'an. Jadikanlah Al-Qur'an sebagai kompas hidup di tengah derasnya arus fitnah zaman. Hiasi lisan dan hari-hari kita dengan tilawah Al-Qur'an, sehingga kebahagiaan yang tulus dan sejati senantiasa bersemayam di dalam jiwa kita.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ... يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

Ya Allah, jadikanlah Al-Qur'anul 'Adhim sebagai penyemarak hati kami, cahaya bagi dada kami, penghilang kesedihan kami, dan pengusir kecemasan kami. Ya Allah, berikanlah kami rezeki untuk dapat membaca dan mentadabburinya di waktu malam dan siang. Karuniakanlah kepada kami, anak-anak kami, dan keluarga kami kebahagiaan hidup bersama Al-Qur'an, dan kumpulkanlah kami semua di dalam surga-Mu yang penuh kenikmatan.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ... فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Penulis: Akbar Trio Mashuri (LAZIS Nurul Falah)